Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Bakamla RI
Kerjasama POM TNI dengan KPK Menetapkan Laksamana BU Tersangka Korupsi
2016-12-30 21:56:13
 

Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpom) Mayjen TNI Dodik Wijanarko dan Kapuspen Mayjen TNI Wuryanto saat konferensi pers di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (30/12).(Foto: BH /yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkerjasama dan berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mengenai pengusutan kasus dugaan suap terkait pengadaan alat Monitoring Satelit di Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi jika pada perkembangannya, kasus ini melibatkan oknum TNI.

Komandan POM TNI Mayjen TNI Dodik Wijanarko akan secara terus menerus melakukan koordinasi dengan pimpinan KPK. Setelah melaksanakan proses penyidikan dan pengembangan kasus hasil kerjasama dan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan Direktur Data dan Informasi Bakamla RI, Laksamana Pertama Bambang Udoyo berinisial (BU), sebagai tersangka Korupsi.

POM TNI melaksanakan proses penyelidikan yang dalam dan teliti. "Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi, juga telah melakukan penggeledahan di kediaman Laksamana Pertama BU dan kami temukan barang bukti yang ada di situ," ungkapnya, saat Konferensi Pers, di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (30/12).

Dengan melihat keterangan saksi dan alat bukti yang didapat, penyidik Polisi Militer (POM TNI), maka prosesnya akan ditingkatkan menjadi penyidikan.

"Kami juga akan memanggil Laksamana TNI BU dengan Jabatan Direktur Data Informasi Bakamla RI sebagai tersangka. Tindak pidana dilanggar adalah tindak pidana korupsi. Kami menghargai segala upaya hukum dan unsur mana saja dalam menegakkan korupsi, namun kami tetap memegang asas praduga tidak bersalah," jelasnya.

Wuryanto menyampaikan, penekanan Panglima TNI terkait penegak hukum di lingkungan TNI, harus dilaksanakan dengan baik dan benar, serta ditegakkan setegak-tegaknya.

"Saya akan melaksanakan penyidikan proses peradilan sebaik-baiknya, sebenar-benarnya, dan seadil-adilnya berdasarkan aturan Undang-Undang yang berlaku," ujarnya.

Terkait kasus tersebut bahwa, di lingkungan TNI telah diatur Undang-Undang No.31/1997 tentang Peradilan Militer, UU No.34/2004 tentang TNI, dan UU No.25/2014 tentang Hukum Disiplin Prajurit Serta Aturan Keankuman dan Kepaperaan di lingkungan TNI, di mana, Anggota TNI aktif yang berada di luar struktur tepatnya di sepuluh kelembagaan, termasuk lingkungan Bakamla.

"Sudah diatur sesuai strata kepangkatan mulai dengan pangkat terendah sampai dengan pangkat tertinggi bahwa, Keankuman dan Kepaperaan telah ditata. Lebih jelasnya ankum dan papera tertinggi TNI adalah Panglima Tentara Nasional Indonesia," jelasnya.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > Bakamla RI
 
  Bakamla RI Amankan Kapal CS Nusantara Explorer, Aset Sitaan Ditjen Pajak
  Komisi I Soroti Polemik Masuknya Kapal Asing ke Wilayah Indonesia
  Bakamla RI Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara
  Tiga Jabatan Strategis di Lingkungan Bakamla RI
  Bakamla RI Amankan 19 Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Perairan Tanjung Sauh Batam
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2