Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Polisi
Kelompok tak Dikenal Kembali Tembaki Polisi
Monday 07 Nov 2011 17:06:28
 

Sejumlah anggota Polri tampak melakukan patroli di sekitar kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Insiden penembakan kembali terjadi di Mimika, Papua, Senin (7/11) siang. Kelompok bersenjata tak dikenal menembak mobil patroli di kawasan PT Freeport Indonesia, tepatnya di Mile 45. Dari sejumlah orang yang ada di dalam mobil patroli jenis LWB nomor lambung SA 57 itu, peluru melukai wajah anggota Satuan Brimob, Briptu Marselinus.

"Briptu Marselinus terkena tembak pada bagian wajah sebelah kiri. Korban penembakan telah dilarikan ke RS Freeport untuk mendapatkan pertolongan medis," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Saud Usman Nasution kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/11).

Saat ini, lanjut dia, sejumlah polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang lari ke arah hutan. Belum diketahui kelompok bersenjata yang beraksi pada kali ini. "Pasalnya, para pelaku setelah menembak, mereka melarikan diri ke hutan yang cukup lebat dan medannya terjal," jelas dia.

Polisi kesulitan mengidentifikasi asal senjata yang digunakan pelaku penembakan di Papua yang marak terjadi sejak pertengahan Oktober 2011 hingga awal November ini. Kesulitan itu karena polisi tidak menemukan kaitan pelaku penembakan terakhir dengan pelaku penembakan di bulan-bulan sebelumnya.

"Kami sulit untuk mengidentifikasi seperti itu, karena mereka di dalam hutan dan yang tertangkap juga jarang. Yang tertangkap itu tidak saling mengetahui, tidak saling mengenal satu sama lain. Petugas juga tidak menguasai medan di Papua, berbeda dengan para pelaku yang memang penduduk asli," jelas mantan Dandensus 88 Antiteror Polri ini.

Sebelumnya diketahui, sejumlah penembakan di Papua terjadi. Selain aksi unjuk rasa pekerja Freeport, menyusul ditemukannya tiga mayat, usai Kongres Rakyat Papua III di Padang Bulan Abepura, Rabu (19/10). Selanjutnya, pada Jumat (21/10), tiga warga tewas tertembak di Kilometer 38 dan 39, Timika, Papua. Terakhir, penembakan terhadap Kapolsek Mulia Kompol (Anumerta) Dominggus Okto Awes.(dbs/bie)



 
   Berita Terkait > Polisi
 
  Oknum Satreskrim Polres Bekasi Dituding Arogan kepada Seorang Warga Taman Beverly Lippo Cikarang Bekasi
  Johan Budi Usul Polisi Nakal Jangan Dimutasi
  Tayangan Patroli Polisi Mengundang Reaksi
  Viral!! Sopir Truk Dipalak Bawang Sekarung, Oknum Polantas Bandara Soetta Ini Dimutasi
  Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mempermalukan Institusi Polri
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2