Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kasus Korupsi
Kejaksaan Eksekusi Mantan Bupati Bojonegoro
Tuesday 18 Sep 2012 01:11:29
 

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro (Foto: Ist)
 
BOJONEGORO, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro mengeksekusi terpidana Kasus Korupsi, Mantan Bupati Bojonegoro Muhammad Santoso (70) untuk menjalani hukuman badan di Lembaga Permasyarakat (Lapas) kelas IIA Bojonegoro, atas putusan Mahkamah Agung (MA) RI.

Dalam sidang Putusan di Mahkamah Agung (MA) RI, Hakim Mahkamah Agung menyatakan Santoso terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana APBD tahun 2007 senilai Rp 6 miliar. Ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Selain itu, hakim MA juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp300 juta. Ia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 3,4 miliar. "Ini panggilan ketiga, dan langsung dieksekusi", kata Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (kejari) Bojonegoro, Musleh Rakhman, Senin (17/09).

Mulai hari ini teridana langsung menjalani hukuman badan. Sebelum dieksekusi, Santoso diperiksa di ruang Pidana Khusus Kejaksaan selama 1,5 jam secara tertutup. Dengan didampingi Penasehat hukumnya, Herman Susilo. Santoso diantar dari kantor Kejaksaan yang berada di Jalan RA Kartini, menuju ke Lapas kelas IIA Bojonegoro, Jalan Diponegoro, dengan menggunakan mobil CRV Nopol S 1231 AP.

Terpidana Santoso sekitar pukul 11.30 WIB mendatangi Kejaksaan, dan pukul 12.30 WIB, terpidana langsung dijebloskan ke penjara dalam kondisi sehat, dengan didampingi Kasipidsus Kejaksaan, Musleh Rahman, Kasidatun, Hadi Priyono, Kasipidum, Rahmat Wahyu Wijayanto.

"Terpidana diserahkan ke Lapas dalam kondisi sehat", jelas Musleh. Padahal sebelumnya Santoso mangkir dalam panggilan pertama dan kedua dikabarkan karena sedang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Surabaya karena menderita penyakit jantung.

Diketahui dalam putusan MA, disebutkan, Hakim MA RI mengabulkan permohonan kasasi dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Hakim MA membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bojonegoro tertanggal 2 Desember 2009 dan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tertanggal 11 Oktober 2010.

Dalam putusan tingkat PN Bojonegoro, Santoso hanya divonis dua tahun penjara. Sedangkan, dalam putusan PT Surabaya, Santoso hanya divonis tiga tahun penjara.(gnr/kjs/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Kasus Korupsi
 
  Herwanto: Banyak Pejabat Hanya Pentingkan Perut Mereka Sendiri
  Korupsi Dana Gempa: Enam Fasos Divonis 2 Tahun Penjara
  Kongkalingkong Sindikat Kingkong Gerogoti Telkom
  Mengerikan, Korupsi Kehutanan Capai Rp 273 Triliun
  Bongkar Praktek Korupsi Sumber Daya Alam!
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2