Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Mesir
Kantor Ikhawanul Muslimin Diserbu Pengunjuk Rasa
Tuesday 02 Jul 2013 09:11:26
 

Sebagian pengunjuk rasa menjarah barang dari kantor Ikhwanul Muslimin.(Foto: Reuters)
 
MESIR, Berita HUKUM - Pengunjuk rasa antipemerintah di Mesir menyerbu kantor pusat Ikhwanul Muslimin yang mendukung Presiden Mohammed Morsi di ibukota Kairo. Para pengunjuk rasa itu, Senin (01/07) pagi, menyerbu gedung yang terletak di kawasan Moqattam dan membakar beberapa bagian kantor.

Seorang pengunjuk rasa melepas tanda nama dari kantor, sementara pengunjuk rasa lain melambaikan bendera Mesir dari salah satu jendela.

Beberapa orang kemudian tampak ke luar dari dalam gedung dengan menjarah peralatan kantor.

"Ini merupakan momen bersejarah. Ikhwanul Muslimin menghancurkan negara ini, jadi mencuri barang milik mereka dibenarkan," tutur seorang pengunjuk rasa, Mohammed, kepada kantor berita AFP.

"Amat berbahaya bagi satu entitas di masyarakat menempuh jalan kekerasan untuk mewujudkan perubahan, karena akan menarik yang lainnya untuk melakukan hal yang sama."

Banyak warga Mesir yang menuduh Presiden Morsi mengutamakan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan negara.

Belasan tewas

Sementara itu juru bicara Ikhwanul, Gehad El-Haddad, mengkritik aparat keamanan yang gagal melindungi kantor dan memperingatkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk melindungi diri sendiri.

"Amat berbahaya bagi satu entitas di masyarakat menempuh jalan kekerasan untuk mewujudkan perubahan, karena akan menarik yang lainnya untuk melakukan hal yang sama," tegasnya kepada kantor berita Reuters.

Haddad menambahkan bahwa Komite Pembelaan Diri sudah terbentuk saat kerusuhan 2011 dan Biro Pengarah akan mengumumkan langkah yang diambil.

"Orang-orang tidak akan berdiam diri," tambahnya.

Unjuk rasa menentang Klik pemerintah pimpinan Presiden Mohamad Morsi mulai marak kembali sejak pekan lalu.

Hari Minggu 30 Juni unjuk rasa mencapai puncaknya dan diwarnai kekerasan di beberapa tempat yang menurut Kementerian Kesehatan menyebabkan sediktnya 16 orang tewas dan 780 orang cedera.

Sehari setelah unjuk rasa tersebut, empat orang menteri mengundurkan diri.

Situs internet al-Watan menyebutkan keempatnya mundur sebagai solidaritas bagi rakyat.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Mesir
 
  Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
  Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
  Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
  Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
  Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2