Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Proxy War
Kabais TNI: Ancaman Pihak Asing Hambat Kemajuan Bangsa
2016-11-23 17:58:08
 

Tampak foto bersama peserta Seminar Intelijen Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen (SMAI) Angkatan III TA.2016 di Satinduk Bais TNI, Jl. Dr. Sumeru No. 142 Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11).(Foto: Istimewa)
 
BOGOR, Berita HUKUM - Ancaman dari pihak asing melalui Proxy War sampai saat ini telah berlangsung dengan menggunakan pihak ketiga, yaitu untuk memecah belah dan menghancurkan bangsa Indonesia. Perang Proxy musuh tidak terlihat dan mengendalikan dari jauh yang selalu menyamarkan kegiatannya melalui jaring-jaring yang sudah terbentuk.

Demikian paparan Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo yang diwakili oleh Direktur A Bais TNI Brigjen TNI Eriet Hadi Yulianto pada Seminar Intelijen Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen (SMAI) Angkatan III TA.2016 di Ruang Benny Moerdani, Satinduk Bais TNI, Jl. Dr. Sumeru No. 142 Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11).

Seminar Intelijen yang mengusung tema "Peran Lembaga Intelijen Membangun Kewaspadaan Nasional Terhadap Proxy War Guna Mewujudkan Keamanan Nasional," diikuti oleh 60 peserta dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kementerian Lembaga Negara, antara lain Kemenkopolhukam, Lemsaneg, Kemhan RI, BNPT dan BNN.

Menurut Kabais TNI, situasi perkembangan lingkungan strategis akibat pengaruh globalisasi yang berjalan cepat, menyebabkan terjadinya interpendensi antar Negara. "Hal ini akan menimbulkan dampak bersifat multidimensional yang mempengaruhi kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan serta geopolitik dan geostrategi global," jelasnya.

Lebih lanjut Kabais TNI menjelaskan bahwa, potensi dan posisi strategis yang dimiliki Indonesia menjadi perhatian dunia, ditambah dengan potensi bangsa yang berasal dari sumber kekayaan alamnya yang melimpah didukung jumlah penduduk yang besar. "Ada kemungkinan Indonesia akan menjadi negara besar dan maju, namun hal ini menjadi kekhawatiran bagi negara lain, karena akan dapat mengganggu kepentingan nasional negara adidaya," tuturnya.

"Melalui penguasaan sumber daya alam diseluruh wilayah dengan menciptakan gerakan separatis dan radikal, pihak asing memainkan peran untuk menghambat kemajuan bangsa Indonesia," kata Kabais TNI.

Diakhir paparannya, Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo mengemukakan bahwa kemampuan manajemen dan analisa memerlukan kolaborasi dengan para ahli serta analis dari bidang lain. "Kita hidup di dunia yang berkembang pesat dalam sektor kehidupan, sehingga diskusi dan kerja sama dengan banyak pakar diperlukan untuk menghasilkan informasi dan ide-ide baru yang tidak kita dapatkan dilingkungan sendiri," pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut, diantaranya Dansatinduk Bais TNI Brigjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Direktur B Brigjen TNI Saptono Aji, perwakilan dari Spers, Spam Angkatan dan Balakpus TNI serta Angkatan.(TNI/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Proxy War
 
  Cengkraman Proxy War Selimuti Konfigurasi Pilres 2019
  Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida
  Panglima TNI: Proxy War Bisa Hancurkan Negara Tanpa Peluru
  Panglima TNI Ajak Seluruh Anak Bangsa Berjuang Demi NKRI
  Panglima TNI Ajak Komponen Bangsa Doa Bersama untuk Nusantara Bersatu
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2