Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Suap Buol
KPK Segera Menahan Hartati
Thursday 23 Aug 2012 09:30:08
 

Hartati Murdaya (Foto: Ist)
 
MAKASAR, Berita HUKUM - Ketua KPK Abraham Samad, memastikan akan menahan Hartati Murdaya. Kepastian ini disampaikan Abraham dalam forum silaturahmi di warung kopi Phoenam, Makassar.

Pada kesempatan forum yang dihadiri beberapa elemen tersebut, seperti aktivis, advokat, akademisi, juga wartawan, Abraham tidak menjelaskan kepastian waktu penahanan tersebut. Abraham mengatakan, “Ini KPK masih libur”, paparnya saat ditanyai kepastian waktu penahanan.

Seperti diketahui, mantan anggota dewan pembina Partai Demokrat ini telah menjadi tersangka kasus suap hak guna usaha (HGU) di Buol, Sulawesi Tengah.

Mantan Timses pemenangan SBY dalam Pilpres ini ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi inisiator pemberian suap terhadap Bupati Buol sebesar Rp3 M. Sebeleumnya, KPK telah menahan Bupati Buol Amran Batapilu.(bhc/frd)



 
   Berita Terkait > Kasus Suap Buol
 
  Selepas Diperiksa KPK Totok Lestiyo Memilih Kabur dari Wartawan
  Saiful Mujani Kembali Dipanggil KPK
  Kasus Suap Bupati Buol, KPK Tetapkan Toto Listyo Sebagai Tersangka Baru
  Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara, Amran Batalipu Ajukan Banding
  Usai Vonis, Hartati: KPK Salah Menentukan Pasal
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2