Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Jokowi
Jokowi Mulai Ditinggalkan Pers
Friday 01 May 2015 06:43:25
 

Ilustrasi. Jokowi saat memberikan pernyataan kepada Wartawan.(Foto: dok.BH)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat Komunikasi Lely‎ Arriannie Napitupulu mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal mempertahankan daya tariknya untuk tetap menjadi relasi media pemberitaan.

Menurutnya, Jokowi mengalami penurunan kualitas komunikasi publik dan membuat para pelaku pemberitaan tidak tertarik lagi untuk mengekspos Jokowi terhadap publik.

"Kalau dulu Jokowi merupakan sosok yang cukup menarik karena populer dengan tampilan yang mampu menyingkirkan kekangan keakuan protokoler. Dan dulu dia terkesan hampir masuk ke dalam semua panggung politik," kata Lely saat acara diskusi"Menagih Janji Trisakti, Menguji Nyali Jokowi" di kafe Gado-Gado Boplo, Bunderan HI, Jakarta, Kamis (30/4).

‎Lely menilai, turunnya popularitas Jokowi karena ada perubahan dalam sosoknya sejak menjadi presiden. Perubahan tersebut, lanjut dia, disebabkan karena pengaruh orang-orang di sekitarnya.

"Seperti politisi yang mengikuti gendang irama yang dimainkan para pemusiknya," ungkap Lely.

Dia menegaskan bahwa orang-orang yang menempati posisi strategis di lingkaran Jokowi tidak memiliki kapabilitas. Karena itulah, kata Lely, kesalahan utama mantan gubernur DKI itu ketika melakukan rekrutmen para pembantunya.

"‎Orang yang seharusnya diakomodir, jutru tidak terakomodir. Padahal sangat banyak orang-orang yang lebih layak dan memiliki kemampuan dibandingkan yang saat ini menjadi pembisiknya," tandasnya.(yn/teropongsenayan/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
  Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
  Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
  PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
  PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2