Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Kecelakaan Kereta Api
Jenguk Korban KA Bintaro, Wapres Apresiasi Penanganan RS dan Solidaritas Warga
Tuesday 10 Dec 2013 16:27:44
 

Wakil Presiden (Wapres) Boediono didampingi Ibu Herawati Boediono saat menjenguk korban kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) KRLCommuter Line di Rumah Sakit (RS) Suyoto, Jl. Veteran, Bintaro, Selasa (10/12) pagi,(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Presiden (Wapres) Boediono didampingi Ibu Herawati Boediono menjenguk korban kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) KRLCommuter Line dengan truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12), yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Suyoto, Jl. Veteran, Bintaro, Selasa (10/12) pagi.

Wapres Boediono tiba sekira pukul 08.50 WIB disambut Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama dan Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan.

Dalam kesempatan itu, Wapres Boediono menyampaikan apresiasinya terhadap pihak RS yang sudah memberikan penanganan yang terbaik pada para korban. Terkait dengan kecelakaan tersebut, Boediono berharap kecelakaan serupa tidak terjadi lagi.

“Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita untuk memperbaiki diri lagi. Bapak Presiden selalu mengingatkan, keselamatan itu harus selalu nomor satu, keselamatan harus kita dahulukan. Ini tidak bisa kita tawar,” ujar Wapres saat memberikan keterangan pers di lobby RS Dr Suyoto.

Wapres tak lupa menyampaikan duka cita kepada keluarga korban musibah KA Commuterline jurusan Serpong-Tanah Abang, Jakarta, dengan sebuah truk tangki pengangkut BBM itu.
Sementara terhadap penanganan para korban di rumah sakit, Wapres memberikan apresiasinya kepada RS Suyoto, yang dinilainya cepat tanggap dalam menangani korban kecelakaan maut tersebut.

"Penanganan bagus. Kami sampaikan penghargaan pada RS dr Suyoto yang menangani secara baik," terang Boediono.

Apresiasi juga disampaikan Wapres Boediono kepada warga sekitar yang memiliki rasa solidaritas yang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyak warga yang menolong para korban kecelakaan antara KRL dengan truk tangki berisi 24 ribu liter premium itu.

“Tidak benar bahwa rasa solidaritas itu telah hilang, sama sekali tidak ternyata. Banyak sekali warga yang jiwanya benar-benar mulia untuk membantu satu sama lain,” puji Wapres.
Ke depan, Wapres meminta pihak-pihak terkait harus membuat kajian seputar perlintasan kereta yang kerap memakan korban jiwa. Hal ini termasuk kemungkinan membuat underpass di perlintasan kereta.

"Bappenas dan beberapa instansi yang lain, membuat studi bagaimana membuat rancangan. Jangka pendek lagi, pengecekan alat keselamatan yang ada baik di kereta dan prasarana. Untuk PT KAI bagaimana petunjuk-petunjuk bagaimana bila terjadi kecelakaan," terangnya.

6 Tewas

KRLCommuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang terbakar setelah menabrak truk tangki bermuatan Premium sekira pukul 11.20 WIB. Dalam kejadian ini enam orang termasuk masinis tewas. Sedangkan sekitar 80 penumpang mengalami luka bakar dan dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan duka cita yang mendalam atas terjadinya tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak di lintasan Bintaro, Jakarta Selatan.

“Kita berduka atas tragedi kecelakaan Commuter Line 1131 di Bintaro. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,” kata Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono yang diunggahnya Selasa (10/12) dinihari.

Presiden SBY mengaku telah menghubungi Menteri Perhubungan EE. Mangindaan untuk mengurus keluarga korban di rumah sakit (RS). “Kita harus meringankan beban mereka,” tutur Kepala Negara.

Adapun mengenai penyebab kecelakaan, Presiden mengatakan, masih menunggu investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) “ Ini akan jadi pembelajaran bagi kita untuk menghindari kejadian yang sama agar tidak terulang kembali,” kata Presiden SBY.

PT KAI Commuter Jabodetabek, operator KRL Commuter Line, menyatakan biaya pengobatan korban luka dan santunan korban tewas kecelakaan Commuter Line di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Senin (9/12), akan ditangani oleh PT Jasa Raharja dan anak usahanya PT Jasa Raharja Putera.

"Berdasarkan kordinasi yang kami lakukan, Biaya pengobatan korban luka dan santunan korban tewas pada KA 1131 akan ditangani oleh pihak Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera," kata Kepala Humas PT KCJ Eva Chairunnisa, Senin (9/12).

Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta untuk korban tewas dan Rp10 juta maksimal untuk korban luka-luka.

Adapun, Jasa Raharja Putra akan memberikan santunan Rp40 Juta untuk korban tewas dan korban luka maksimal Rp30 juta.

"Bagi pengguna jasa baik korban atau keluarga korban yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi pihak Jasa Raharja dan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ)."

Alamat yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi yakni PT KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt.2 Jl. Ir. H. Juanda I Jakarta Pusat dengan telpon 021.345 3535, 021 380 7777, dan nomor ponsel 081513300331.

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan menyatakan siap bertanggung jawab atas peristiwa tabrakantersebut, akan menanggung biaya pengobatan korban dan santunan bagi keluarga korban meninggal.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab tabrakan kereta listrik jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk pengangkut BBM di Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12).(swp/wid/skb/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2