Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Jelang HUT TNI, 13 Perwira Tinggi Mendapatkan Kenaikkan Pangkat
2016-10-05 07:39:42
 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat setelah acara kenaikan pangkat 13 Pati TNI di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (4/10).(Foto: BH /yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jelang peringatan HUT ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI), sebanyak 13 Perwira Tinggi (Pati) TNI mendapatkan kenaikan pangkat. Para Pati ini terdiri dari 7 perwira TNI AD, 3 TNI AL, dan 3 TNI AU.

Upacara kenaikan pangkat dilakukan di Kantor Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/10). Prosesi yang digelar tertutup ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat jumpa pers mengatakan "Keberhasilan melaksanakan tugas membuat reputasi individu dan satuan, dimanapun prajurit TNI bertugas mendapat pengakuan dan layak diapresiasi, sehingga ini merupakan salah satu kriteria untuk mencapai pangkat Perwira Tinggi," ungkap Jenderal Gatot.

"Ya biasa itu kenaikan pangkat. Ada Panglima Divisi, Infantri, 2 Kostrad, ada Danpuspenerbad dan lain-lain," kata Panglima TNI, usai prosesi kenaikan pangkat, Selasa (4/10).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, terkait menjaga reputasi diperlukan waktu yang lama untuk dibangun, akan tetapi bisa saja sekejap reputasi itu bisa sirna. Oleh karena itu, jagalah reputasi karena di situ pangkat, jabatan, dan kehormatan dipertaruhkan.

"Laksanakan setiap tugas dengan sebaik mungkin dan jaga diri maupun kesatuan untuk tidak terjerumus pada hal-hal negatif sekecil apapun," tegas Jenderal Gatot.

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, dalam waktu dekat ini Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada Serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2017. "Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, seluruh prajurit TNI wajib mengedepankan Netralitas TNI dalam setiap tahapan proses Pilkada di masing-masing daerah," tegas Panglima TNI, mengingatkan.

"Para Pimpinan maupun Komandan Satuan sampai level terbawah, agar menekankan kepada setiap prajurit bawahannya untuk tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung, dalam kegiatan politik praktis, dimanapun berada,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Adapun daftar Perwira Tinggi TNI yang memperoleh kenaikan pangkat, selengkapnya:

Pati TNI AD
Mayjen TNI Benny Susianto (Pangdiv-2 Kostrad)
Mayjen TNI Suko Pranoto (Danpuspenerbad)
Mayjen TNI Ibnu Triwidodo (TA Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas)
Brigjen TNI Satrio Herianto (Pati sahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik)
Brigjen TNI Oerip Soekotjo (Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI)
Brigjen TNI Danny Gaothama. (Kabinda Jawa Barat BIN)
Brigjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka (Bandep Lingkungan Pemerintahan Negara Setjen Wantannas).

Pati TNI AL
Laksma TNI Dadi Hartanto (Danguspurlaarmatim)
Laksma TNI B. Ken Tri Basuki (Kadisminpersal)
Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suarya (Kadispotmar).

Pati TNI AU:
Marsda TNI Gutomo (TA/ Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas)
Marsda TNI Suwardi Mihardja. (Sahli Bid. Ketahanan Nasinal Kemenko)
Marsma TNI R. Ismet Ismaya Saleh (Dirdik Kodiklat TNI).(bh/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2