Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Jala Bagi Pengendara Sepeda Motor yang Ngebut
Wednesday 25 Jan 2012 01:08:11
 

Kepolisian menganggap jala ikan lebih aman daripada mengejar pengendara yang ngebut (Foto: BBC.co.uk)
 
HANOI (BeritaHUKUM.com) – Kepolisian Vietnam segera menggunakan alat keamanan berbentuk jala untuk menangkap para pengendara sepeda motor yang ngebut. Uji coba sudah dilakukan pada akhir tahun lalu selama sebulan di Provinsi Thanh Hoa –sekitar 150km dari ibukota Hanoi—dan mengundang sejumlah penentangan, karena bisa membahayakan pengendaranya.

Namun Kepala Kepolisian Provinsi Thanh Hoa, Kolonel Le Van Nghiem, menyatakan bahwa teknik itu efisien dalam menghentikan kebut-kebutan. "Orang harus mengakui bahwa pebalap jalan raya merupakan penjahat yang berbahaya dan tidak ada cara lain untuk menghentikan mereka," katanya seperti dikutip media setempat.

Menurut dia, penggunaan jala itu, kecil kemungkinan para pengendara sepeda motor terjatuh, karena jala ikan hanya akan menghentikan rantai sepeda motor. Dari uji coba selama sebulan itu, polisi berhasil menangkap 20 orang pengendara sepeda motor yang ngebut di jalanan.

Polisi juga menganggap penggunaan jala lebih aman daripada cara lain, seperti mengejar para pengendara sepeda motor dengan risiko tabrakan dengan pengguna jalan raya lain. Jala yang biasa dipakai untuk menangkap ikan itu, dilemparkan ke bagian roda belakang dari para pebalap motor gelap di jalan raya, yang sudah lama menjadi masalah di negara itu.

Biasanya para pengendara sepeda motor melakukan kebut-kebutan pada tengah malam dengan knalpot yang sudah dimodifikasi sehingga mengeluarkan suara yang keras. Aksi balapan itu menarik perhatian banyak orang yang berkumpul di tepi jalan untuk menyaksikannya. Namun banyak juga yang merasa terganggu dan mereka dilaporkan mendukung penggunaan jala ikan tersebut karena sejak uji coba kebut-kebutan di jalanan sudah berkurang.

Masalah kebut-kebutan di jalanan menjadi masalah yang serius di Vietnam dan sudah dibahas di tingkat parlemen nasional. Otorita perhubungan menyarankan hukuman yang lebih berat, antara lain merusak sepeda motor yang digunakan untuk balapan tersebut. Vietnam sendiri masih menempatkan kebut-kebutan sebagai pelanggaran peraturan lalu lintas dan belum menjadi pasal kriminal.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2