Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Pesawaran
Jaksa Tahan Berkas Dua Tersangka Pengadaan Randis Pesawaran
Sunday 24 Mar 2013 22:51:06
 

Kejaksaan Negeri Kalianda.(Foto: Ist)
 
KALIANDA, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri Kalianda menahan berkas R. Dody Anugrah Putra, kasubbag Belanja Bagian Keuangan Pemkab Pesawaran, dan Atari (47), karyawan Auto 2000 Raden Intan, yang tersangkut perkara korupsi pengadaan kendaraan dinas (randis) Pesawaran tahun 2010.

Sepekan sebelumnya, tim jaksa mengaku siap menyerahkan berkas adik kandung Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra tersebut ke Pengadilan Tipikor Tanjungkarang.

Kasi Pidsus Kejari Kalianda Aji Prasetyo membantah memperlambat proses pelimpahan berkas perkara tersebut. Menurutnya, jaksa masih perlu penyempurnaan dalam berkas dakwaan.

"Lebih pada permasalahan teknis penyusunan dakwaan, tidak ada maksud memperlambat. Karena kami harus berhati-hati dalam menyusun dakwaan agar tersangka tidak lepas dan tuntutan tidak lemah," kata Aji.

Dalam perkara pengadaan randis Pesawaran tahun anggaran 2010 sebesar Rp 1,135 miliar dengan kerugian negara Rp120,5 juta, jaksa menetapkan empat tersangka dalam dua berkas. Berkas pertama, dengan tersangka Yombi Larasani (32), wakil direktur CV Putra Pesisir, dan Barma Jasa (35), kabag Perlengkapan dan Aset Daerah Pemkab Pesawaran, sudah memasuki tahap persidangan akhir Februari 2013.

Jaksa berdalih untuk melengkapi dakwaan, salah satu cara dengan mingikuti persidangan dua tersangka lain. "Kami terus perhatikan perkembangan kesaksian masing-masing pihak dengan harapan dapat kami masukkan dakwaan agar menjadi kuat," ujar dia.

Diakui Aji, dalam perkara tersebut, Dodi memiliki peran tunggal memuluskan dan melegalisasi pembelian kendaraan Toyota Land Cruiser Prado pada diler dengan harga tidak sesuai pasar. Peran kedua adalah tersangka juga tidak pernah milibatkan pihak ketiga dalam pelaksaan tender yang sah.

"Tender yang dilakukan tidak pernah ada dan pihak ketiga yang terdapat dalam berkas fiktif. Namun, telah mendapat persetujuan dari pemilik CV. Artinya, ada konspirasi antara pemerintah, pihak rekanan, dan main dealer sebagai penyedia kendaraan," ujarnya, seperti yang dikutip dari lampungpost.com.

Diakui Aji, kesalahan selain pengadaan tanpa tender, yaitu penentuan harga satuan barang yang tidak wajar dengan harga pasar. "Harganya di-mark-up, tidak melalui tender, dan ada perbuatan melawan hukum yang berdasarkan kewenangan untuk memperkaya dan menguntungkan diri sendiri, golongan, atau orang lain. Itu sudah masuk unsur dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor," kata dia.(lpc/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Pesawaran
 
  Jaksa Tahan Berkas Dua Tersangka Pengadaan Randis Pesawaran
  Berkas Korupsi PU Pesawaran Dikembalikan
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2