Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Impor Daging
Istri Terdakwa Ahmad Fathanah Kembali di Periksa KPK
Friday 28 Jun 2013 16:39:55
 

Istri Ahmad Fathanah (AF), Sefti Sanustika, saat di wawancarai dengan para wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Artis penyanyi Dangdut, Sefti Sanustika yang juga Istri dari Ahmad Fathanah,(AF) terdakwa kasus suap daging impor sapi di Kementerian Pertanian.

Usai menjalankan pemeriksaan lanjutan di (KPK) Sefti Sanustika mengaku kedatangannya kali ini hanya melengkapi berkas perkara suaminya yang terjerat korupsi.

"Saya hanya melengkapi berkas saja kok," ungkap Sefti kepada wartawan usai diperiksa di KPK, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jum'at (28/6).

Saat ditanya apakah dirinya mengenal Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth liman. Namun Sefti yang mantan penyanyi Dangdut mengatakan bahwa dirinya tidak mengenalnya Maria Elizabeth.

"Saya tidak mengenalnya," jawab Sefti saat dikerubungi Wartawan.

Selain itu Sefti mengatakan bahwa dirinya diperiksa oleh penyidik sebagai saksi untuk Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth liman.

Perlu diketahui dalam kasus ini KPK telah menangkap mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dan partnernya Ahmad Fathanah (AF).

Mereka berdua didakwa telah menerima suap sebesar 1.3 Miliar Rupiah dari direktur utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth terkait kepengurusan kuota impor daging pada tahun 2012. Maria, memberikan uang sebesar 1.3 Miliar rupiah bentuk komitmen fee yang telah dijanjikannya sebesar 40 Miliar rupiah.

Senin (1/7) akan kembali menjalani sidang lanjutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Avni Carolina menjelaskan penerimaan uang sebesar 1.3 Miliar rupiah yang diterima melalui Ahmad Fathanah dari kurun waktu 5 Oktober 2012 hingga 29 Oktober 2013.

"Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur Pasal 12 huruf a atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a dan atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," ungkap Carolina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Kasus Impor Daging
 
  Sidang Lanjutan Ahmad Fathanah Berlangsung Singkat
  Istri Terdakwa Ahmad Fathanah Kembali di Periksa KPK
 
ads1

  Berita Utama
Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2