Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Iran
Iran 'Tak Akan Pernah Bangun Senjata Nuklir'
Thursday 19 Sep 2013 18:33:03
 

Hassan Rouhani dijadwalkan menghadiri Majelis Umum PBB pekan depan.(Foto: @drRouhani)
 
IRAN, Berita HUKUM - Presiden baru Iran Hassan Rouhani menegaskan kembali negaranya tidak mempunyai niat membangun senjata nuklir, beberapa jam setelah pembebasan tahanan politik.

Rouhani mengatakan hal itu dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi NBC di Amerika Serikat.

"Kami tidak pernah mencari atau mengejar bom nuklir dan kami tidak akan melakukannya," kata presiden Iran.
Rouhani menegaskan presiden mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan negosiasi dengan Barat sehubungan dengan program pengayaan uranium yang dilakukan Iran.

Iran selalu menegaskan program pengayaan uranium dilakukan untuk tujuan damai, tetapi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya khawatir Iran berusaha membangun senjata nuklir.

Dalam cuplikan wawancara yang akan ditayangkan NBC, Hassan Rouhani mengatakan," Ini bisa menjadi langkah halus dan kecil menuju masa depan yang sangat penting."

Tahanan politik

Wartawan BBC di Iran, James Reynolds mengatakan wawancara Rouhani mencerminkan pentingnya rekonsiliasi bagi pemerintah Iran dengan Washington.

Pernyataan Presiden Hassan Rouhani keluar beberapa jam setelah pemerintah Iran membebaskan 11 orang tahanan politik, termasuk pengacara hak asasi manusia yang terkenal, Nasrin Sotoudeh.

Dia mengaku senang dibebaskan dan akan melanjutkan tugas-tugasnya.
"Baru setelah berada di luar tembok penjara, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya bebas. Pada saat itu saya sangat senang," kata Sotoudeh kepada BBC setelah pembebasannya.

Dalam kampanye pemilihan tahun ini, Rouhani berjanji untuk membebaskan tahanan politik. Ia juga berjanji akan menempuh pendekatan moderat dan terbuka dalam masalah-masalah internasional.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Iran
 
  Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
  Iran siapkan hadiah Rp 950 miliar bagi siapapun yang bisa bunuh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
  Israel Bujuk AS Batalkan Perjanjian Nuklir Iran
  Baru Dilantik, Presiden Iran Ebrahim Raisi Hadapi Ujian Dini
  Iran Minta Indonesia Jelaskan Alasan Penyitaan Kapal Tanker yang Dituduh Melakukan Transfer Minyak Ilegal'
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2