Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Selatan
Insiden Feri Sewol, PM Korsel Mundur
Sunday 27 Apr 2014 14:44:24
 

PM Chung Hong-won Korea Selatan mengatakan pengunduran dirinya adalah "keputusan yang benar." terhadap Sewol feri yang tenggelam.(Foto: Istimewa)
 
SEOUL, Berita HUKUM - Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won mengumumkan pengunduran dirinya di tengah kritik atas penanganan pemerintah dalam insiden feri tenggelam Sewol. Kapal yang memuat 476 orang - kebanyakan adalah siswa dan guru - tenggelam pada 16 April dalam perjalanan menuju Pulau Jeju.

Para penyelam sudah mengangkat 183 jenazah dari kapal yang tenggelam itu, namun ratusan orang yang sebelumnya dinyatakan hilang kini diduga telah tewas.

Dalam insiden ini, sebanyak Klik 174 penumpang selamat, Mereka yang hidup mengaku 'dihantui' oleh kenangan pahit yang sulit dilupakan.

"Saya ingin mengundurkan diri lebih cepat, tetapi menangani situasi adalah prioritas utama dan saya berpikir itu adalah tindakan yang tanggung jawab sebelum saya pergi," kata Chung dengan muka yang suram, Minggu (27/4).

"Namun saya memutuskan untuk mengundurkan diri sekarang, (agar) tidak lagi menjadi beban bagi administrasi."
Kerabat korban berulang kali mengkritik pemerintah atas lambannya operasi penyelamatan.

Sehari setelah insiden terjadi, Chung dicemooh dan seseorang melemparkan botol air minum kepadanya saat dia mengunjungi para orang tua yang berduka.

Pada Minggu (27/4), para penyelam berjuang melawan kondisi cuaca sangat menantang untuk mencoba mengambil lebih banyak mayat yang terperangkap dalam feri tenggelam.

Seorang juru bicara penjaga pantai mengatakan ombak bergelung tinggi didorong angin kencang sehingga menyulitkan upaya evakuasi.

"Situasinya sangat sulit karena cuaca, tapi kami melanjutkan upaya pencarian, menggunakan waktu di mana cuaca tenang yang terjadi sesekali," katanya.

Dia menambahkan bahwa 93 penyelam akan mengambil bagian dalam operasi hari ini.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Korea Selatan
 
  Rakyat Korsel Memilih Presiden Beraliran Liberal, Moon Jae-in
  Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye Ditangkap
  Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan, Bagaimana Kasusnya?
  Parlemen Korsel Memakzulkan Presiden Park Geun hye
  Pesawat Pemburu Stealth AS Diterbangkan ke Korsel
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2