JAKARTA, Berita HUKUM - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sejumlah pemenang Festival Film Anti Korupsi (Anti Corruption Film Festival/ACFFest) 2014.
Dewan juri yang terdiri dari Arturo Guna Priyatna, Alex Komang, Wahyu Aditya, Totot Indrarto, dan Vivian Idris, Ary Nugroho, Dedie A. Rachim dan Nanang Farid Syam, akhirnya memutuskan film “Adit & Sopo Jarwo Ojek Payung Bikin Bingung” karya Wardana Riza dari Jakarta, sebagai pemenang untuk kategori Film Animasi. Sementara untuk kategori Film Pendek Dokumenter Pelajar, dimenangkan oleh film berjudul “Robohnya Sekolah Kami” karya Uli Retno Dewanti dari Purbalingga.
Untuk kategori Film Pendek Fiksi, film berjudul “Ijolan” karya Eka Susilawati dari Purbalingga menjadi yang terbaik, serta film “Dilarang Berjalan di Trotoar” karya Nugroho Budi Santoso dari Purbalingga, menjadi pemenang untuk kategori Video Jurnalisme Warga.
Dari para pemenang itu, Purbalingga menjadi daerah yang menonjol dalam keikutsertaan ACFFest 2014. Fakta ini juga menarik perhatian salah satu juri, Alex Komang. “Purbalingga kini gencar menumbuhkan budaya melalui film. Ini meyakinkan saya kualitas perfilman akan membaik,” katanya.
Juri yang lain, Arturo GP mengaku sama sekali tidak memperkirakan kualitas karya yang masuk. Peserta yang masih berusia remaja, kata dia, sudah bisa menampilkan karya yang menarik, baik dari sisi ide cerita, teknik pengambilan gambar dan penyuntingan. “Para peserta tidak bisa dianggap enteng. Kualitas membaik dan animo peserta meningkat,” puji Arturo.
Karena itu, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, ke depan, penyelenggaraan ACFFest berikutnya akan memperluas cakupan peserta dan meluaskan sosialisasi agar lebih banyak lagi keikutsertaan masyarakat dalam program pencegahan korupsi. “Kita perlu memperhatikan komunitas dan kelompok pemuda sebagai target penikmat film atau peserta festival,” katanya.
Karena itu, Alex yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesua mengaku pihaknya akan terus mendukung KPK dalam upaya kampanye pencegahan korupsi melalui medium film. “Kami tak punya alasan untuk tidak mendukung tugas KPK. Sebab, saya percaya film itu powerfull untuk mencegah korupsi” kata pemeran Yan, tokoh pejabat pemerintah yang jujur dalam film antikorupsi Sebelum Pagi Terulang Kembali.
Pada ACFFest 2014 ini, terdapat peningkatan jumlah peserta dari penyelenggaraan sebelumnya, dari 181 menjadi 333 peserta yang terbagi dalam enam kategori film yang dikompetisikan, yakni Film Pendek Fiksi Pelajar, Film Pendek Fiksi Umum, Film Pendek Dokumenter Pelajar, Film Pendek Dokumenter Umum, Film Pendek Animasi, serta Video Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) bagi kalangan pelajar, mahasiswa, guru, pegiat antikorupsi dan film-maker di seluruh Indonesia.(kpk/bhc/sya) |