Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Myanmar
Inggris Khawatir dan Desak Myanmar Lakukan Dialog
Monday 11 Jun 2012 17:00:16
 

Jeremy Browne (kiri) and Thein Sein (kanan). (Foto: Ist)
 
LONDON (BeritaHUKUM.com) - Inggris mendesak Pemerintah Myanmar melakukan pembicaraan langsung untuk menekan konflik sekterian di wilayah Barat negara itu. Inggris juga merasa khawatir dengan perkembangan yang terjadi di Myanmar saat ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris Jeremy Browne mengatakan, pihaknya amat khawatir akan kekerasan yang terjadi dan meminta semua untuk menahan diri.

"Pihak berwenang dan para tokoh harus membuka diskusi untuk mengakhiri kekerasan dan melindungi seluruh warga," ujar pihak Kemlu Inggris, seperti dikutip AFP, Senin (11/6).

"Inggris dan dunia internasional akan terus memonitor situasi ini secara ketat," tegas Browne.

Presiden Myanmar Thein Sein sebelumnya sudah mengeluarkan status darurat di wilayah Rakhine yang terlibat dalam kerusuhan ini. Presiden Thein juga melarang warganya untuk mengunjungi Rakhine, kecuali bila memang dianggap perlu.

Perintah ini merupakan yang pertama dikeluarkan oleh Thein Sein sejak dirinya menjadi presiden. Lewat status darurat memungkinkan pihak militer mengambil alih kendali administrasi di wilayah Negara Bagian Rakhine, yang berbatasan langsung dengan Bangladesh.

Langkah itu diambil setelah terjadi kerusuhan di dua wilayah Rakhine yang menyebabkan tujuh orang tewas dan 17 lainnya terluka. Sementara ratusan rumah milik warga juga dikabarkan terbakar dalam kerusuhan ini.

Menurut Presiden Thein, insiden kekerasan yang terjadi di Rakhine disebabkan oleh rasa tidak puas atas antar umat beragama dan kelompok etnis lainnya. Rasa benci dan dendam yang berlebihan juga membuat konflik ini makin bertambah parah. (bhc/afp/rat)



 
   Berita Terkait > Myanmar
 
  BKSAP Mengutuk Keras Eksekusi Junta Myanmar atas Aktivis Demokrasi
  Pengadilan Myanmar Jatuhkan Vonis 4 Tahun Penjara Bagi Aung San Suu Kyi
  BKSAP DPR Dorong Upaya Penyelesaian Konflik di Myanmar
  Uni Eropa dan Inggris Jatuhkan Sanksi Baru untuk Pejabat Militer Myanmar
  ASEAN Harus Punya Visi Baru Akhiri Aksi Brutal di Myanmar
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2