Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Bencana Alam
Hutan Mangrove Mampu Mengatasi Masalah Banjir dan Bencana Alam
Wednesday 19 Jun 2013 00:47:10
 

Kayu Mangrove.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM -Dunia perlu mengurangi buangan Karbon Dioksida, sehubungan dengan pemanasan global (Global warming), "Disadari atau tidak, sudah banyak atau bahkan berulang kali dilakukan upaya-upaya oleh negara tertentu, tokoh aktivis, dan kelompok pecinta lingkungan di seluruh dunia, tapi tetap saja berlangsung pemanasan global. Kalau disebut ulah kita, itu sudah pasti karena kita semua masih bergantung pada sektor industri." ujar Denny Noor, Jakarta

"Pemanasan global adalah kesalahan manusia yang terlalu serakah, dan juga akibat dari revolusi industri yang terlalu dibanggakan orang Barat tanpa memikirkan akibat yang timbul kemudian." tambah Imam salah satu mahasiswa IPB, Senin (17/6).

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 juta hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar dangkalan sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau di seluruh kawasan Indonesia. Diketahui jenis-jenis tumbuhan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi fisik lingkungan dan mampu memunculka zona vegetasi tertentu, sebagai wilayah pengendapan substrat di pesisir bisa sangat berbeda yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh diatas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik akan tetapi di beberapa tempat bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya, pohon bakau (mangrove) ini mampu tumbuh diatas tanah bergambut. Sedangkan substrat dari pohon bakau dapat menghasilkan pasir yang tinggi bahkan dominan melestarikan pecahan karang yang beradai disekitarnya, hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang mampu menahan laju ombak besar jika dilestarikan disekitar pantai-pantai.

Secara umum mangrove dapat didefinisikan sebagai vegetasi tanaman yang hidup di daerah pesisir diantara garis pasang surut (pantai, laguna, muara sungai) dengan komunitas tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove tersebut adalah tumbuhan yang bersifat halophyte, atau tumbuhan yang mempunyai toleransi tinggi terhadap tingkat keasinan (salinity) air laut, contohnya adalah jenis pohon Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Egiceras, Scyphyphora dan Nypa. Hutan mangrove yang merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut, sudah sejak lama diketahui mempunyai fungsi ganda dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Hutan mangrove juga memberikan manfaat pada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu sebagai sumber penghasil kayu bakar dan arang, bahan bangunan, bahan baku pulp untuk pembuatan rayon, sebagai tanin untuk pemanfaatan kulit, bahan pembuat obat-obatan, dan sebagainya. Secara tidak langsung hutan mangrove mempunyai fungsi fisik yaitu menjaga keseimbangan ekosistem perairan pantai, melindungi pantai dan tebing sungai dari pengikisan atau erosi, menahan dan mengendapkan lumpur serta menyaring bahan tercemar.

Dari penjelasan tersebut sudah selayaknya kita melestarikan hutan mangrove untuk menghindari masalah-masalah banjir dan alam lainnya scara tidak langsung, diketahui juga tumbuhan mangrove dapat berkembang biak tanpa pemeliharaan rumit dan biaya-biaya yang tinggi. Bila saja satu daerah pesisir ditanami tumbuhan mangrove maka dapat dipastikan secara tidak langsung kita menciptakan kesempurnaan mata ranti ekosistem. Menurut catatan-catatan penelitian para pecinta alam dan organisasi-organisasi pemerhati hutan mangrove menyebutkan kawasan Indonesia cukup berada di angka yang sangat memprihatinkan bahkan sudah mencapai angka krisis besar. Hal tersebut mestinya mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia dan patut meniru tindakan pemerintahan Brazil yang memberikan anggaran khusus bagi lembaga-lembaga pecinta alam dan pemerhati hutan mangrove sehingga sampai tahun ini Brazil masih memegang peringkat teratas dimana hutan mangrovenya adalah hutan ekosistem yang terlestari dengan baik. (bhc/ink)



 
   Berita Terkait > Bencana Alam
 
  Muhammadiyah Layani Lebih dari 800 Ribu Warga dalam Respon Kemanusiaan
  Kerugian Akibat Bencana Alam di Tahun 2021 Tembus Rp 1.000 Triliun
  Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana
  Penanganan Bencana Alam Dinilai Lambat
  Muhammadiyah Miliki Peran Besar dalam Mitigasi Bencana
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2