Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Palestina
Hamas Tembakkan Mortir dan Roket ke Israel selatan
Tuesday 28 Aug 2012 00:00:38
 

Penembakan Roket Ke Israel Selatan (Foto: Ist)
 
GAZA, Berita HUKUM - Sejumlah anggota sayap militer Hamas di Gaza menembakkan lebih dari 12 roket ke wilayah Israel selatan, menyusul tewasnya dua warga Palestina dalam serangan Israel.

Dua korban ini, digambarkan sebagai anggota kelompok militan, termasuk di antara enam warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel selama dua hari belakangan.

Hamas melancarkan serangan setelah selama beberapa bulan menghormati perjanjian gencatan senjata.

Televisi al - Aqsa yang berpusat di Gaza memberitakan Brigade al - Qassam menembakan sepuluh rudal sebagai balasan atas tindakan kejahatan yang dilakukan Israel.

Para pejabat Israel mengatakan penembakan oleh Hamas tidak menimbulkan korban, namun masyarakat di sekitar perbatasan Gaza telah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Wartawan BBC Jon Donnison di Ramallah mengatakan eskalasi kekerasan terbaru sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pada Selasa siang (19/6) Israel mengatakan mereka melakukan serangan dengan sasaran kelompok yang menembakkan roket dari Gaza utara.

Tim medis Palestina mengungkapkan setidaknya seorang pria mengalami luka - luka.

Tak lama kemudian sayap militer Hamas mengatakan mereka menambakkan mortir dan roket ke kawasan Israel selatan.

Wartawan BBC mengatakan ini untuk pertama kalinya selama lebih dari satu tahun Hamas melancarkan serangan roket ke Israel.

Belum diketahui secara pasti mengapa Hamas memutuskan untuk terlibat langsung konfrontasi fisik dengan Israel.

Di masa lalu para pejabat Mesir diyakini ikut membantu mendorong Hamas untuk lebih menahan diri.

Wartawan kami mengatakan kekerasan sporadis di sekitar Gaza terjadi setiap beberapa bulan, yang sekaligus mengingatkan bahwa konflik Israel - Palestina jauh dari selesai.(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Palestina
 
  Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
  Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
  Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
  Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
  Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
ads1

  Berita Utama
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2