Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Haedar: Basis Massa Muhammadiyah Mampu Kalahkan Kekuatan Bisnis Perusahaan Raksasa
2017-09-14 18:08:29
 

 
BANDUNG, Berita HUKUM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, salah satu aspek majunya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dipengaruhi pendirian holding yang memayungi semua unit bisnis usaha yang sudah berjalan.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah memiliki sejumlah unit bisnis yang sudah berjalan yang rencananya akan disatukan dalam satu payung korporasi.

“Kita punya berbagai macam jenis bisnis yang langsung dikelola Persyarikatan dan Jaringan Saudagar ini, sehingga peluang membentuk korporasi ini besar,” ucap Haedar saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah sekaligus Silaturahim Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Hotel Bidakara Grand Savoy Bandung pada Rabu (13/9).

Menurut Haedar, seluruh unit bisnis tersebut yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk rumah sakit, sekolah, dan universitas itu seluruhnya atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Muhammadiyah merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang badan hukumnya itu seperti holding. Seluruh rumah sakit dan sekolah, bentuk-bentuk usaha dari Sabang sampai Merauke itu milik Pimpinan Pusat, tidak ada nama yayasan lain, tidak ada nama lembaga lain," jelas Haedar.

Kendati demikian, Haedar mengatakan, holding yang akan dibentuk tersebut tidak akan mengambil bentuk yang sentralistik. “Tapi berlapis, per wilayah. Ada holding ada sub-holding, sehingga nanti jadi pohon besar. Tidak absolut di tingkat pusat,” kata Haedar.

Haedar optimis holding itu akan mengembangkan lagi lini bisnis yang sudah dimiliki Muhammadyah. “Muhammadiyah mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh perusahaan-perusahaan, biarpun raksasa, yaitu punya basis massa,” kata dia.

Ladang usaha yang dilakukan Muhammadyah tidak untuk bisnis, melainkan memiliki implikasi dalam mensejahterakan anggota, dan mensejahterakan rakyat.(adam/muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
  Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
  Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
  Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
  106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
ads1

  Berita Utama
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

 

ads2

  Berita Terkini
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2