Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yordania
Guru Lakukan Mogok Menentang Kenaikan BBM
Wednesday 14 Nov 2012 21:51:13
 

Aksi unjukrasa ratusan guru Yordania yang menentang kenaikan BBM.(Foto: Ist)
 
YORDANIA, Berita HUKUM - Para guru di Yordania melakukan pemogokan sebagai bagian dari protes menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul dicabutnya subsidi pemerintah.

Langkah para guru ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan di Yordania ditengah tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.

Pemogokan ini terjadi ditengah protes menentang kenaikan BBM yang diwarnai dengan pembakaran ban-ban, memecahkan kaca jendela, dan melempari polisi dengan batu.

Sekitar 2.000 demonstran berkumpul di pusat kota Amman dan banyak yang meneriakkan slogan anti Pemerintah.

Para menteri mengatakan, keputusan itu penting untuk menangani defisit anggaran sebesar 3,5 miliar dinar (US$ 5 miliar).

Unjuk rasa menyerukan reformasi pemilu yang terjadi bulan lalu, merupakan demonstrasi terbesar di Yordania.

Harga gas untuk kompor akan naik lebih dari 50%, sementara solar dan bensin meningkat masing-masing 33% dan 15%.

Antrean di stasiun pompa bensin dilaporkan di Amman, karena banyak orang yang mencoba menimbun bahan bakar sebelum kenaikan terjadi tengah malam Selasa (13/11).

Para pengunjuk rasa menentang keputusan itu dan menyerukan mundurnya Perdana Menteri Abdullah Ensour.

Sebagian demonstran lain secara terbuka mengkritik Raja Abdullah. Ini merupakan langkah yang dapat mengancam hukuman penjara.

Demonstrasi di kota lain

"Kebebasan adalah dari Tuhan, bukan dari anda, Abdullah," kata salah seorang demonstran di Amman.

Selain itu, demonstrasi juga berunjuk rasa di kota Salt, Irbid dan Maan.

Ensur mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa, kenaikan harga dapat terimbangi dengan subsidi pemerintah terhadap keluarga tidak mampu.

"Kondisi keuangan di negara ini terpengaruh oleh kerusuhan di negara Arab. Situasi ekonomi sangat genting," kata Ensour.

Yordania merupakan importir gas alam dari Mesir, namun dalam satu tahun terakhir pasokan melalui pipa yang melalui Israel diserang beberapa kali sehingga negara itu harus menggunakan pemasok yang lebih mahal.

Bulan lalu, sekitar 10.000 orang turun ke jalan-jalan di Amman atas prakarsa sayap politik Ikhwanul Muslimin, Front Aksi Islam, menuntut perwakilan politik lebih besar dan parlemen yang lebih demokratik.

Raja Abdullah menyerukan pemilu awal tanggal 23 Januari, namun pihak oposisi mengancam akan memboikot.

Sejauh ini, Yordania berhasil mencegah kerusuhan politik yang melanda sejumlah negara Arab tahun lalu, dan menyebabkan perubahan kepemimpinan di Mesir, Libia, Yaman dan Tunisia.(bbc/bhc/opn)




 
   Berita Terkait > Yordania
 
  Serangan Teroris di Yordania, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan
  Parlemen Perempuan Dunia Desak Pemberdayaan Secara Politis
  Yordania Komitmen untuk Bebaskan Pilotnya dari Tangan ISIS
  Raja Abdullah II Undang Presiden SBY Berkunjung ke Yordania
  Pemantau PBB Asal Filipina Dibebaskan
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2