KUPANG, Berita HUKUM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya setelah menerima laporan warga Flores yang di culik kelompok bersenjata Abu Sayaf langsung cepat merespon dengan meminta pemerintah pusat bergerak cepat menyelamatkan 3 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Flores yang diculik di perairan Malaysia saat mencari ikan.
Kepada Wartawan, Gubernur Frans Lebu Raya mengatakan sudah menerima informasi dan sudah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan meminta segera melakukan penyelamatan terhadap mereka, jelasnya, Senin (11/7).
"Saya sudah terima informasi itu dan sudah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat di Jakarta. Intinya, kita minta agar segera melakukan tindakan cepat untuk menyelematkan mereka dari para penculik," ujar Frans Lebu Raya.
Informasi yang diterima, ada tiga nama warga Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) asal Kabupaten Flotes, NTT yang diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf ketika mereka sedang mencari ikan di perairan Malaysia. Nama ketiga orang tersebut menurut informasi adalah,Theodorus Kopong, Emanuel, serta kapten kapal Lorens Koten, Terang Gubernur.
"Untuk lebih jelasnya, kita masih koordinasikan dengan pihak imigrasi di NTT untuk mengetahui kebenaran dari tiga nama yang dilaporkan diculik oleh kelompok bersenjata tersebut," ujar Gubernur Frans Lebu Raya.
Gubernur Lebu Raya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) NTT untuk mencari jalan keluar, jika memang benar tiga warga NTT diculik dan disandera kelompok bersenjata di Filipina.
Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Heri Wiranto, dikonfirmasi membenarkan adanya penculikan tersebut, namun belum bisa memberikan informasi detail soal kronologis penculikan.
"Saya sudah dengar soal hal itu tetapi hingga saat ini belum ada informasi resmi soal penculikan tersebut," kata Danrem Wirasakti Brigjen TNI Heri Wiranto di Kupang, Senin (11/7).
Pemilik kapal pukat tunda LD/114/5S atas nama Chia Tong Lim yang selamat dari penculikan mengatakan pada, Sabtu (9/7) bahwa dirinya dan kapten kapal dan 5 Anak buah atau totsl 7 orang mencari ikan di perairan Malaysia perbatasan Filipina, Sekitar pukul 04.17 waktu setempat, tiba tiba sekelompok pria bersenjata asal Filipina yang berjumlah 5 orang yang diduga membawah senjata M16, M16 doubel body dan M14 naik diatas kapalnya mengambil telpon dan paspor milik ke 3 anak buahnya dan membawa mereka pergi. Sedangkan 4 lainnya dibiarkan bebas dan telah sampai di pelabuhan laut Pangkalan Marabong Tungku, Laha Datu Mslaysia.
"Kelompok bersenjata berjumlah 5 orang diduga membawa M16, M16 double body, dan M14, menggunakan baju warna hitam dan celana loreng. Kelimanya menaiki speed boat berwarna putih, setelah mengambil ponsel dan paspor milik ketiganya dan membawa ketiganya pergi, tegas Chio Tong Lim.(bh/gaj) |