Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Gerhana
Gerhana Bulan Darah Akan Muncul Petang Ini di Langit Indonesia
Wednesday 08 Oct 2014 15:58:16
 

Ilustrasi. Gerhana Bulan.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Petang ini fenomena alam yakni gerhana bulan darah (Blood Moon) akan menghiasi langit Indonesia. Hal itu bisa terlihat pada petang nanti ketika bulan muncul di ufuk timur.

"Fenomena itu sekitar satu jam. Mulai terlihat saat bulan baru muncul sore nanti," ungkap Clara Yono Yatini selaku Kepala Pusat Lapan, Jakarta, Rabu (8/10).

Pada penjelasannya, fenomena itu bisa terlihat dari awal sampai akhir di bagian Indonesia timur, namun tidak menutup kemungkinan bagi daerah Jabodetabek bahwa bulan tersebut bisa ditatap meskipun tidak setampak pemandangan dari Indonesia bagian timur.

"Kita bisa melihatnya dengan mata telanjang dan bisa menikmati keindahannya," tuturnya.

Beberapa saat sebelum matahari terbit, lanjutnya, diperkirakan akan lebih besar dibandingkan yang muncul di bulan april lalu. Tetrad istilah bagi para Astronot ini yang mana merupakan gerhana bulan darah yang salah satu rangkaian dari 4 gerhana bulan yang hadir di tahun 2014.

"Setelah tanggal 8 Oktober, ditanggal 23 Oktober 2014 nanti juga akan terjadi gerhana matahari dan merupakan penutup Tetrad ini," jelasnya.

Sementara, BMKG merilis bahwa Gerhana Bulan total in juga akan dapat diamati dari Amerika, Samudra Pasifik, Australia dan Asia kecuali Asia Barat. Pengamatan di Papua dan sebagian besar Maluku bagian Timur akan mendapati Bulan sedang berada dalam fase Gerhana Bulan Penumbra pada saat Bulan terbit. Untuk selanjutnya pengamat di daerah ini akan mengamati gerhana hingga selesai. Sementara pengamat di Maluku bagian Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, sebagian Besar Kalimantan bagian Timur dan Jawa bagian timur akan mendapati Bulan berada dalam fase Gerhana Bulan Sebagian dan untuk selanjutnya akan mengamati gerhana hingga selesai. Adapun pengamat di sebagian besar Jawa bagian Barat, sebagian kecil Kalimantan bagian Barat dan Sumatera akan mengamati Bulan sedang dalam proses Gerhana Total saat Bulan terbit. Pengamat di daerah ini akan mengamati juga fase-fase berikutnya dari gerhana ini. Hanya sebagian kecil saja di bagian barat Sumatera yang mendapati Bulan dalam fase Gerhana Bulan Total sudah berakhir saat Bulan terbit.

Apa yang Dilakukan Saat Terjadi Gerhana?

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).

Hikmah Terjadinya Gerhana adalah Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.” (HR. Muslim).

An Nawawi menjelaskan Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat. (Syarh Muslim), 3/322).(bbm/bhc/bar)



 
   Berita Terkait > Gerhana
 
  Pada 28 Juli 2018 akan Terjadi Gerhana Bulan, Berikut Penjelasan Tata Cara Shalatnya
  Gerhana Bulan Sebagian akan Terjadi Tanggal 7 hingga 8 Agustus 2017
  Gerhana Matahari Cincin, Kemenag Himbau Umat Islam Dirikan Shalat Kusuf
  BMKG: Akan Terjadi Gerhana Matahari Total 9 Maret Mendatang
  Saksikan Gerhana Bulan Total ? Di Sini Lokasinya
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2