Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Muhammadiyah
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
2026-05-21 16:58:17
 

Flyer Peresmian RS Roemani Muhammadiyah Semarang resmi menghadirkan IBRAHIM TOWER.(Foto: @rs.roemani.muhammadiyah)
 
SEMARANG, Berita HUKUM - Rumah Sakit (RS) Roemani Muhammadiyah Semarang resmi mengoperasikan gedung baru megah, Ibrahim Tower setinggi 13 lantai, pada Rabu (20/5/2026). Peresmian fasilitas medis modern di halaman RS Roemani ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.

Langkah ekspansi vertikal ini menjadi jawaban taktis atas keterbatasan lahan yang RS Roemani hadapi selama ini. Sejumlah tokoh penting turut menyaksikan momentum bersejarah ini, mulai dari Walikota Semarang, jajaran Pleno PDM Kota Semarang, hingga otoritas kesehatan daerah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, K.H. Tafsir, M.Ag., mengapresiasi penuh capaian besar ini. Selain itu, ia secara khusus menyoroti pemilihan angka 13 yang jamak masyarakat anggap sebagai angka sial atau horor.

"Muhammadiyah sengaja memberi nama Lantai 13 tanpa mengubahnya menjadi 12A. Oleh karena itu, lewat gedung ini kita tunjukkan bahwa kekuatan tauhid mengalahkan mitos horor apa pun," tegas K.H. Tafsir yang langsung memicu tepuk tangan para hadirin.

Pikiran Positif Wujudkan Menara Medis 13 Lantai

Lebih lanjut, K.H. Tafsir menceritakan kilas balik ide pembangunan menara medis ini yang sempat menjadi diskusi santai karena keterbatasan lahan horizontal. Ia meyakini prinsip bahwa pikiran positif akan menuntun seseorang pada takdir yang positif pula.

Pihaknya juga berharap fasilitas baru ini mampu mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Semarang. Meskipun memiliki gedung yang menjulang tinggi, ia mengingatkan seluruh civitas hospitalia untuk tetap menjaga kerendahan hati dalam melayani pasien.

"Gedung boleh tinggi, tetapi hati harus tetap rendah hati. Maka dari itu, semoga menara ini membawa kemanfaatan dan kemajuan yang luas bagi umat," tambah K.H. Tafsir.

Transformasi Layanan Inklusif dan Ramah Disabilitas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., yang mewakili Gubernur, secara resmi meresmikan penggunaan Ibrahim Tower. Pemerintah mengapresiasi komitmen RS Roemani yang terus bertransformasi menyediakan layanan kesehatan modern dan berkualitas.

Zulfachmi menekankan bahwa kemegahan fisik gedung baru ini wajib berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM. Bahkan, ia meminta manajemen rumah sakit memprioritaskan fasilitas layanan yang inklusif serta ramah bagi kelompok penyandang disabilitas.

"Sarana modern ini harus mampu menjawab tantangan penyakit tidak menular dan kebutuhan layanan spesialistik. Sebagai contoh, RS Roemani harus memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan strategis yang humanis di Jawa Tengah," pungkas dr. Zulfachmi menutup sambutannya.

-------------
Kerap Beda Pandangan di Akar Rumput, Tanah Warga NU Kini Justru Lahirkan Menara Megah Muhammadiyah

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, memang kerap terlihat berbeda pandangan dalam berbagai dinamika sosial keagamaan. Namun, stereotip kontras dan rivalitas tersebut seketika runtuh dan melebur menjadi satu di Kota Semarang. Sebuah fakta sejarah yang mengejutkan justru terkuak di balik berdirinya menara medis megah setinggi 13 lantai, Ibrahim Tower.

Gedung pencakar langit yang resmi berdiri pada Rabu (20/5/2026) hari ini ternyata menyimpan kisah toleransi yang sangat menyentuh hati. Pembangunan megah RS Roemani ini berdiri di atas tanah yang sejatinya berasal dari milik seorang warga NU. Realitas historis tersebut membalikkan semua narasi kontra fakta yang selama ini sering memicu perdebatan di akar rumput antara kaum NU dan Muhammadiyah.

Sinergi tak terlihat ini menjadi bukti sahih bahwa urusan kemanusiaan mampu meruntuhkan ego kelompok. Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., membuka langsung lembaran sejarah yang memikat ini di hadapan para tokoh bangsa. Ratusan pasang mata, termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, tampak larut dalam suasana penuh keharuan.

Agustina menegaskan bahwa berdirinya mega proyek ini menjadi simbol puncak dari gerakan Filantropi Muhammadiyah. Dana wakaf jemaah yang mengalir masif kini tegak berdiri di atas tanah yang dahulu bersumber dari warga NU. Kolaborasi lintas kultural ini sukses membantu Pemerintah Kota Semarang dalam mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kami bangga dengan teman-teman Muhammadiyah yang banyak memberikan manfaat bagi Kota Semarang. Ibrahim Tower menjadi penanda bahwa filantropi Islam hadir sebagai kekuatan pembangunan yang konkret," ujar Agustina penuh kekaguman.

Melebur dalam Kemanusiaan: Perbedaan Baju Organisasi Sirna di RS Roemani
Fakta mengenai asal-usul tanah RS Roemani ini langsung menjadi bumbu human interest yang memikat perhatian seluruh tamu undangan. Di saat banyak pihak sibuk membenturkan perbedaan amaliah antara NU dan Muhammadiyah, kedua lembaga ini justru bersalaman dalam senyap. Mereka membuktikan bahwa perbedaan baju organisasi sama sekali bukan penghalang untuk merajut kemaslahatan umat.

Langkah ini menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang gemar memelihara konflik horizontal. Sejarah RS Roemani memperlihatkan bahwa ketika urusan menyangkut nyawa dan kesehatan rakyat, sekat-sekat kelompok harus segera berakhir. Modernisasi fasilitas kesehatan ini kini siap menyongsong kesuksesan program Semarang Sehat secara inklusif.

Menariknya lagi, peresmian gedung layanan medis 13 lantai ini sengaja bertepatan dengan momen Hari Kebangkitan Nasional. Agustina menilai rekam jejak Muhammadiyah dalam membangun sektor kesehatan dan pendidikan sudah berjalan luar biasa. Gerakan ini telah mengakar kuat dan ikut mendanai perjuangan bangsa jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

"Muhammadiyah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan sudah menjadi bagian dari perjuangan bangsa melalui pendidikan dan kesehatan," katanya menambahkan.

Kini, Ibrahim Tower siap beroperasi penuh untuk melayani dan menyembuhkan penyakit fisik seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi. Kehadiran gedung ini ampuh mengikis narasi kontra dan menggantinya dengan solidaritas sosial yang kokoh. Hubungan harmonis ini siap membawa Kota Semarang menuju peradaban yang jauh lebih sehat, rukun, dan sejahtera.

"Semoga gedung ini mampu menjadi mercusuar pelayanan kesehatan di Kota Semarang sekaligus menjadi amal jariyah bagi Muhammadiyah," pungkas Agustina optimis.(AdibAbyanAlbari/ImamAbuMaulana/muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
  Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
  Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
  Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
  106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
ads1

  Berita Utama
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas

Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri

Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!

Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum

Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati

Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2