Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Hambalang
Gara-Gara Nasi Kucing, Anas Batal Diperiksa KPK
Monday 29 Apr 2013 13:27:54
 

Anas Urbaningrum.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Demokrat yang lengser karena ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang, Anas Urbningrum batal memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/4). Anas yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Alfian Mallarangeng batal memenuhi panggilan KPK karena sakit setelah makan nasi kucing.

Hal itu diungkapkan oleh Kuasa hukumnya, Firman Wijaya, Senin (29/4) di gedung KPK. "Saya mewaikili pak Anas, saya mewakili pemeriksaan KPK. Saya dengar setelah makan nasi kucing pak Anas sakit," kata Firman, di gedung KPK, Senin (29/4) sekitar pukul 13:00 WIB. Anas memang dijadwalkan diperiksa pukul 13:00 WIB.

Sejatinya, Anas tidak hanya diperiksa sebagai saksi Andi, Anas juga sebenarnya diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka lainnya yakni Deddy Kusdinar (DK) dan Teuku Bagus Muhammad Noor (TBMN). "Ya diperiksa sebagai saksi AAM, DK, TBMN," kata Priharsa Nugraha, Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK.

Sebenarnya, pemeriksaan Anas kali ini merupakan pemeriksaan perdananya sejak ia ditetapkan sebagai tersangka pada Februari lalu. Anas diduga mengetahui seputar proyek Hambalang. Apalagi saat proyek ini dibahas di DPR, ia masih menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Anas ditetapkan tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenang saat menjadi anggota dewan. Serta Anas diduga menerima pemberian atau gratifikasi mobil Harrier dari PT Adhi Karya melalui Muahammad Nazaruddin. Adhi Karya memberikan hadiah itu agar perusahaannya menang tender proyek Hambalang itu.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > Kasus Hambalang
 
  Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
  Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
  Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
  KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
  Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2