JAKARTA, Berita HUKUM - Menangapi munculnya foto -foto Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, dengak oknum LSM DPD Laki di Kalimantan Timur, yang di catut untuk mencetak kartu anggota dan program LSM tersebut dalam pemberantasan korupsi, seolah - olah LSM tersebut memiliki kerja sama dengan KPK, foto ini telah diperlihatkan langsung kepada Abraham, dan Abraham Samad langsung terkejut serta membantahnya.
Menurut Abraham dalam uraian kata sambutan menjelang berbuka puasa bersama wartawan unit KPK, bahwa KPK tidak pernah melakukan perjanjian kerja sama dengan salah satu LSM manapun, apa lagi memberikan bantuan materi.
Namun, menangapi kejadian ini, menurut Abraham kepada pewarta BeritaHUKUM.com,"nanti pasti akan di tindak, akan di tindak, dengan teman-teman dari penguasa internal (PI)," ujarnya Abraham, Jum"at (19/7).
Sementara, Dir Pengaduan KPK Eko Merjono, mengungkapkan, "biasanya apa bila ada orang - orang atau oknum lembaga yang mengaku sebagai orang dari KPK, dan mencatut nama KPK, maka kami akan melakukan penindakan tegas," ujar Eko.
Sedangkan dari Ormas Laskar Anti Korupsi Pejuang 45,(LAKI P45) yang mengadukan prihal foto temuanya ini pada BeritaHUKUM.com, mengatakan foto-foto tersebut beredar di intansi Pemerintahan Kecamatan dan Kepala Dinas Samarinda Kalimantan Timur.
Dijelaskan, M. Hasbi Sekjen DPP Laki45, "kami sangat mengecam tindakan ormas atau LSM yang mengatas namakan KPK untuk kepentingan Proyek, Proposal, Bargaining, dan Pemerasan," ungkapnya.
Kami meminta KPK segera menangkap LSM atau Ormas tersebut, bila tidak kami anggap Bapak Abraham Samad telah melakukan Pelanggaran Kode Etik.
Hasbi juga mengungkapkan, serta sikap KPK dianggap tidak serius membongkar mafia KPK melalui tangan-tangan LSM dan Ormas yang tidak bertanggung Jawab.
Sementara saat acara Buka Puasa bersama KPK dan media, serta para pegawai internal KPK, terlihat kehadiran pentolan ICW, Emerson Yuntho dan Tama S Langkung yang tiba-tiba hadir dan memasuki gedung KPK sambil langsung ikut bersantap ria bersama, belum di ketahui dalam tujuan dan agenda apa kedatangan kedua pentolan ICW tersebut selepas jam kerja di KPK.(bhc/put) |