Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Gerhana
Fenomena Gerhana Bulan Merah
Wednesday 16 Apr 2014 10:17:11
 

Warna akan berubah menjadi merah ketika Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat astronomi di benua Amerika akan dapat menyaksikan gerhana bulan langka hari ini, namun sayang di Indonesia waktu pengamatan akan sangat sempit. Dalam gerhana bulan penuh ini, bulan akan berubah warna dari oranye ke merah darah atau coklat.

Di Amerika, gerhana dapat dinikmati selama tiga jam mulai dari pukul 13.00 WIB, ketika bulan mulai masuk ke bayangan bumi.

Fenomena yang terkadang disebut 'Bulan Berdarah' ini terjadi saat bayangan Bumi melintas Bulan.
Dalam dua tahun ini, akan ada empat gerhana yang disebut tetrad yang terjadi hanya tiga kali dalam 500 tahun terakhir.

Beberapa jam setelahnya, bulan akan sepenuhnya tertutup dan terlihat berwarna merah. Pemandangan terbaik akan terjadi pada 14.45 WIB Selasa (15/4).

Namun sayangnya, di Indonesia, waktu pengamatan terbilang sempit karena gerhana bulan terjadi pada siang hari.

"Awal mulai gerhana sekitar pukul 12.00 WIB, dan berakhir pada pukul 17.30 WIB. Jadi hanya wilayah tengah dan timur Indonesia yang bisa melihat dengan mata telanjang," kata Aviva Yamani, dari media astronomi Langitselatan.

"Itu pun waktu pengamatan sangat singkat. Di bagian timur mungkin bisa melihat sekitar setengah jam untuk gerhana sebagian, plus satu jam gerhana penumbral."

"Tapi karena bulan baru terbit, memang agak susah melihatnya dengan mata telanjang."

Papua dan Maluku

Dalam pernyataannya BMKG mengatakan wilayah Papua dan sebagian besar Maluku bagian Timur akan dapat menikmati pemandangan gerhana sebagian hingga gerhana selesai.

"Sementara pengamat di Maluku bagian Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan bagian Timur dan Jawa bagian timur akan mendapati Bulan berada dalam fase Gerhana Bulan Penumbra hingga berakhirnya gerhana ini pada pukul 17.39 WIB."

Gerhana bulan ini adalah yang pertama pada 2014. Tiga gerhana lain akan terjadi pada tahun ini, yaitu gerhana matahari penuh pada 29 April, gerhana bulan pada 8 Oktober, dan gerhana matahari sebagian pada 23 Oktober.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Gerhana
 
  Pada 28 Juli 2018 akan Terjadi Gerhana Bulan, Berikut Penjelasan Tata Cara Shalatnya
  Gerhana Bulan Sebagian akan Terjadi Tanggal 7 hingga 8 Agustus 2017
  Gerhana Matahari Cincin, Kemenag Himbau Umat Islam Dirikan Shalat Kusuf
  BMKG: Akan Terjadi Gerhana Matahari Total 9 Maret Mendatang
  Saksikan Gerhana Bulan Total ? Di Sini Lokasinya
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2