Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Fahri Hamzah: Salah Sendiri, Survey Patahana Nyungsep
2019-01-31 16:42:42
 

Fahri Hamzah.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - "Sudah tidak akan ada survey yang menggembirakan bagi petahana.. tren stagnan dan penurunan elektabilitas akan terus berjalan.. apalagi isu "agama" muncul lagi. Orang perlu keadilan dan kepastian hidup malah pemerintah sibuk membela diri dengan isu agama. Bunuh diri!," ungkap Fahri Hamzah pada akun media sosial twitternya @Fahrihamzah dengan 903.250 followers.

Fahri Hamzah sebagai salah seorang penggagas serta deklarator GARBI (Gerakan Arah Baru Indonesia), gerakan baru di Indonesia yang kini berkembang pesat tersebut, menulis, "Kritik saya sejak awal, petahana sudah salah langkah dalam kasus ahok bukan malah dihentikan malah diteruskan. Saya heran kenapa isu agama ini terus dibuat ya? Terakhir ABB, pdhl kalau pilpres diwarnai debat prestasi mk petahana akan lebih untung, atau jangan2 gak ada prestasi?" tweep Fahri pada, Rabu (30/1).

Berikut beberapa tweep Fahri Hamzah yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI:

"Itu akhirnya menjadi keraguan orang.. kenapa justru pemerintah masuk terus ke isu agama yang sensitif. Padahal agama itu gak bisa geser, kalau sudah soal iman orang susah berubah pilihan. Kalau soal prestasi dan harapan masa depan itu bisa diperdebatkan. Harus itu fokusnya".

"Ahok kalah karena debat prestasi dibelokkan oleh kampanye agama yang terus menerus sinis, berusaha mengasosiasikan orang beragama khususnya Islam sebagai persoalan. Akhirnya, prestasinya yang katanya segudang hilang. Atau jangan-jangan inilah masalah dalam perang citra?"

"Maksud saya, jangan-jangan karena gak sanggup mempaket prestasi lalu sibuk mengolah pencitraan? Kasus pelepasan ABB adalah contoh konyol bagaimana citra akhirnya menyerang balik. Lagi-lagi petahana rugi besar. Sekarang keputusan apapun jelek buat petahana. Ini terjadi terus."

"Mengingat kekalahan Ahok akhirnya dapat diangkat dalam pola teori kekalahan yang sama pada kedua sahabat ini. Jokowi akan kalah seperti kekalahan Ahok. Sederhana, karena teori mengelola isu juga sama. Master Mind-nya sama. Mereka tidak sanggup keluar dari jebakan isu agama."

"Rasa bersalah sejak memimpin DKI dan memimpin RI dengan narasi konflik ideologi telah menyebabkan petahana tidak bisa keluar dari keharusan simbolik. Inilah sebab pemilihan cawapres dan juga terus menjadi sebab tidak percaya diri bahwa petahana cukup "Islam" untuk menang."

"Saya memberi nasehat vulgar kepada petahana yang nampaknya tidak lagi bisa menguasai tim dan lingkar terdalamnya. Masing-masing punya agenda dan melapor asal bapak senang. Semua rencana menang salah dari awal. Maafkan. Kekalahan menanti petahana. Terima kasih."(fahrihamzah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
  Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
  Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
  Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
  Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2