Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kasus DPID
Fadh El Arapiq Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara di Pengadilan Tipikor
Tuesday 11 Dec 2012 17:58:05
 

Fadh El Post alias Fadh Arafiq saat menjalani persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (11/12).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang vonis terdakwa Fadh El Post alias Fadh Arafiq, putra dari artis senior Arafiq dalam kasus suap DPID tahun Anggaran 2011, Kabupaten Aceh Besar, Pidei Jaya, Kab Bener Meriah, digelar dilantai 2 Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Kasus pasal 13 tahun 1999 sebagaimana diubah Jo pasal 55 ayat 1 huruf A tentang pemberantasan Korupsi yang berisi ''setiap orang yang menjanjikan dan memberikan sesuatu terhadap penyelenggara Negara untuk berbuat yang melanggar hukum, serta bersama-sama dalam melakukan kejahatan'', seperti yang dibacakan Hakim ketua Suharto SH, MH.

Dalam memberikan sesuatu itu bisa apa saja dalam pasal 5 ayat 1, baik itu barang maupun perbuatan yang menyenangkan. Tidak harus pemberian diterima, perbuatan dapat dihukum dalam penyuap Kasus DPID.

Terdakwa Fadh El Post menyuruh saksi Almaida Kepala dinas PU, Kab Bener Meriah untuk menyiapkan proposal DPID, dan juga uang sebesar 5 miliar, dan menyerahkan uang ke Wa Ode Nurhayati. Terdakwa menyerahkan uang ke Wa Ode Nurhayati secara bertahap kepada saksi Haris Surahmat, guna diteruskan ke Wa Ode Nurhayati.

Perbuatan terdakwa sudah terpenuhi dengan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara Negara, dan salah satu elemen tersebut sudah dapat dibuktikan, bahwa Wa Ode Nurhayati merupakan Anggota DPR RI Komisi VII, dan merupakan penyelenggara Negara, serta juga sebagai badan Anggaran DPR RI.

Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan korupsi bersama-sama sebagaimana dalam dakwan primer Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan, serta menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan, dan membebankan biaya perkara 10 ribu.

Sementara Fadh Arapiq mengatakan kepada wartawan seusai persidangan, "bahwa semua tahanan KPK yang memang benar, menerima dakwaan Jaksa KPK dan membenarkan dakwaan Jaksa 95%, benar semua, saya tidak pernah membantah," ujar Fadh.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Kasus DPID
 
  KPK Kembali Periksa Haris Andi Surahman
  Inkracht, KPK Eksekusi Wa Ode Nurhayati
  Anggota Komisi III Andi Anzar Penuhi Panggilan KPK
  Irgan Waketum Komisi IX DPR Dipanggil KPK
  Dituding Terima Duit DPID, Ketua Fraksi PAN: Saya Tidak Kenal Haris Suharman
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2