Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Demokrat
Esemka Diluncurkan, Ketua Demokrat: Memproduksi dan Merakit Itu Beda
2019-09-08 07:33:26
 

Ilustrasi. Tampak perbedaan pada Logo di Mobil ESEMKA yang dahulu dan yang baru.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo telah meresmikan pabrik mobil dalam negeri PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali. Peresmian pada Jumat (6/9) itu juga menjadi pertanda bahwa mobil merek Indonesia mulai berlaga di pasar otomotif.

Namun demikian, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengingatkan agar tidak sembarangan menggunakan istilah mobil nasional untuk menyebut produksi dari perusahaan tersebut.

Pasalnya penggunaan istilah mobil nasional berkaitan dengan jati diri bangsa. Termasuk menjadi ikon kemajuan negeri di industri otomotif dunia.

"Jadi jangan main-main pakai istilah ini. Nanti satu negeri malu," tegasnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Minggu (8/9).

Apalagi, pabrik mobil Esemka itu disebut-sebut hanya merakit ulang bahan-bahan yang impor dari luar negeri. Bukan murni memproduksi mobil sendiri.

Jansen mengingatkan bahwa produksi dan merakit merupakan dua hal yang berbeda.

"Memproduksi dan merakit itu beda. Anak saya merakit lego dan dia katakan: "Papa aku telah berhasil membuat transformers"," contohnya.

Sementara, pantauan pada akun media sosial twitter FERDINAND HUTAHAEAN @FerdinandHaean2 yang menjabat Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat menuliskan komentarnya pada, Sabtu (7/9) :

"Tak perlu ribut soal Esemka. Namanya jg bisnis swasta, boleh dan berhak mrk berbisnis otomitif.
Sudah dijelaskan Esemka itu BUKAN Mobil Nasional, cm mobil yg bisnisnya milik swasta. Mau produknya mirip atau sama dgn yg lain, biar sj. Ga suka, ya jgn beli. Semudah itu..!!"

"Tak perlu jg hrs ribut soal Esemka apakah produk anak bangsa atau cm impor trus dirakit di Indonesia.

Lihat sj fasilitas Prabriknya di Boyolali. Fasilitasnya produksi atau perakitan atau assembling sj? Kalau fasilitasnya cm perakitan, TIDAK LAYAK disebut karya anak bangsa."

"Dari logonya sj sdh beda. Esemka era walikota pak @jokowi dengan eea pak @jokowi sbg Presiden.

Bagi saya mudah menyimpulkan, ini tidak sama."

"Mobil Nasional itu harusnya ditangani olh BUMN bkn olh swasta. Maka kalau @jokowi serius ingin punya mobil nasional, mk segera tunjuk salah satu BUMN utk mengurusnya atau dirikan BUMN baru MOBNAS. Itu baru keren..!! Jd tdk semata bermain dlm tataran opini semata. @KemenBUMN"

"Eddy Wirajaya, Dirut Esemka jelas menyatakan bahwa ESEMKA BUKAN MOBIL NASIONAL TAPI MILIK SWASTA 100%.

Kalaupun Jokowi yang meresmikan, anggap sj itu sbg sebuah pertemanan Jokowi dgn pak Eddy.

BAGI SAYA ESEMKA BUKAN MOBIL NASIONAL."

"Pokoknya bagi saya tidak ada tawar menawar, ESEMKA BUKAN MOBIL NASIONAL." pungkas Ferdinand.(twitter/wv/RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Partai Demokrat
 
  Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
  Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
  Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
  Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
  Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2