Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Simulator SIM
Eksepsi Djoko: Pakar Hukum Banyak Cari Popularitas dari Perkara Djoko
Tuesday 30 Apr 2013 13:19:04
 

Djoko Susilo, Terdakwa Kasus Simulator SIM dan TPPU, saat menjalani Sidang nota Keberatan di Pengadilan Tipikor.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Irjen Pol Djoko Susilo, terdakwa kasus Simulator SIM dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mengajukan nota pembelaan atau eksepsi, Selasa (30/4) terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam pembacaan note pembelaan yang diberi judul "Kehabisan Kata-kata". Banyaknya pakar hukum yang ikut mengomentari perkara Djoko, pencaranya Djoko menilai para pakar hukum itu hanya mencari popularitas.

"Banyak pakar hukum yang ikut mengomentari proses hukiu terdakwa. Pakar hukum itu hanya untuk mencari popularitas," kata Hotma Sitompul, Selasa (30/4) di pengadilan Tipikor membacakan eksepsi.

Djoko Susilo datang ke Tipikor didampingi tim kuasa hukumnya. Tim Djoko sudah menyiapkan 67 halaman nota pembelaan terhadap kasus korupsi simulator SIM di Kakorlantas Mabes Polri dan TPPU.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Suhartoyo, Asmin Ismanto dan Matius Samiadi berlaku sebagai hakim anggota. "Para pakar hanya mencari popularitas, biar diwawancara oleh berbagai media," lanjut Hotma Hotma Sitompul membacakan eksepsi.

Selain itu, lanjutnya, KPK sudah melanggar hukum dengan membabat habis harta Djoko. Padahal harta itu tidak ada kaitannya dengan perkara yang membelitnya. "Terdakwa sampai saat ini dianggap tidak bersalah. Buat apa persidangan kalau sudah ada vonis," terangnya.

Hotma melanjutkan, "Kami berharap saudara PU (Penuntut Umum) tidak menjawab dengan usai, bahwa nota keberatan kami ini dibilang sudah memasuki pokok perkara."

Hingga berita ini diturunkan, sidang eksepsi masih berlangsung.(bhc/din)



 
   Berita Terkait > Kasus Simulator SIM
 
  Pengadilan Tipikor Vonis Budi Susanto 8 Tahun dan Denda Rp.17 Milyar
  Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Perberat Vonis Irjen Djoko 18 Tahun Penjara
  KPK: Vonis Irjen Djoko Susilo Kurang dari 2/3, KPK Resmi Ajukan Banding
  Sebagian Harta Jenderal Djoko Susilo di Sita Untuk Negara
  Irjen Polisi Djoko Susilo di Vonis 10 Tahun Penjara
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2