Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Drajad Wibowo: Sudah Ada Kesepakatan Hatta dan Muhaimin
Saturday 19 Apr 2014 17:58:38
 

Ilustrasi. Terlihat Ketum PAN Hatta Rajasa (paling kiri) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (paling kanan) saat di KPU Jakarta.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Meski poros koalisi partai berbasis umat Islam dinilai belum cukup kuat untuk menandingi poros Joko Widodo dan poros Prabowo, komunikasi di antara parpol Islam tetap intens. Waketum PAN Drajad Wibowo bahkan menyebut sudah ada kesepakatan antara Ketum PAN Hatta Rajasa dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

"Sudah ada kesepahaman antara kita dan PKB. Komunikasi antara Cak Imin dengan Bang Hatta sangat bagus. Sudah ada kesepakatan," kata Drajad di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (19/4).

Drajad juga menyebut bahwa sudah ada pembicaraan bilateral antar 4 partai politik. Namun ia enggan menyebut nama partai atau apakah merupakan partai Islam atau partai nasionalis.

"Selain pertemuan di Cikini kemarin, ada juga pembicaraan bilateral antar 4 partai. Salah satunya PAN. Kualat kalau saya mengumumkan melewati Ketum.

Pembicaraan tersebut belum mengerucut, belum sampai nama," ujarnya.

Menurut Drajad, PAN sendiri cenderung mendukung koalisi antara partai Islam dan partai nasionalis. Penyebabnya, Indonesia majemuk sehingga butuh dipimpin oleh berbagai poros.

"Tokoh parpol Islam merasa Indonesia majemuk. Jadi tidak mungkin ada satu orang yang bisa mengelola Indonesia sendirian. Tidak mungkin ada superman," ujarnya.

Nantinya, setelah menetapkan siapa figur capres, pembicaraan akan berlanjut kepada persoalan program yang akan dijalankan.

Hingga saat ini, PAN sudah menjalin komunikasi dengan seluruh partai terkait koalisi tersebut.

Sementara, Poros Indonesia raya dinilai sebagai strategi mencari pemimpin yang tegas. Hal ini dilakukan untuk menyatukan pandangan umat Islam secara politik.

"Saya memahami ini sebagai ijtihad politik," jelas pengamat politik LIPI, Indria Samego, di Jakarta, Sabtu (19/4).

Umat Islam merasa perlu mendapatkan posisi politik yang diperhitungkan. Mereka harus menempati posisi strategis dalam pemerintahan ke depan. Target besarnya adalah mengusung pemimpin yang tegas dan prokepentingan umat Islam.

Menurutnya, koalisi itu secara tidak langsung mendukung capres Gerindra, Prabowo Subianto. Dulu, umat Islam mendukung SBY menjadi presiden. Namun setelah terpilih, SBY dinilai kurang tegas.

Poros Indonesia raya, dinilai Indria, sebagai dialektika jika dihubungkan dengan suksesi SBY kemarin. "Jadi sekarang ingin mencari pemimpin tegas dan berkaliber," jelasnya.

Indria menyatakan, meski pun berhasil menyatukan pandangan politik parpol Islam, belum tentu nantinya masyarakat mengalihkan dukungannya kepada capres yang mereka usung.

Karena rakyat Indonesia memiliki pilihan politik yang independen. "Pada pileg mereka memilih caleg dan partai A. Saat pilpres, belum tentu mencoblos partai yang sama," jelasnya.(detik/irk/rmd/republika/em/rf/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2