JAKARTA, Berita HUKUM - Massa yang mengatasnamakan masyarakat Muara Enim Sumatera Selatan kembali berunjukrasa meminta ketegasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas kasus korupsi di daerahnya. Sejumlah massa itu melakukan unjukrasa, Rabu (16/1) di gedung KPK. Mereka membakar foto Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar yang dinilai mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berakibat Kabupaten ini merugi sekitar 8,9 miliar.
Sekitar pukul 11:00 WIB, massa aksi yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Sumatera Selatan (Gemass) menyatroni gedung KPK. Mereka menuntut lembaga pimpinan Abraham Samad itu untuk segera mengadili Muzakir Sai Sohar. "Ini menandakan ada indikasi korupsi, dengan kerugian negara Rp 8,9 miliar yang terdeteksi, namun masih lebih lagi yang belum terdeteksi," ujar Usman, koordinator Gemass saat berorasi di depan gedung KPK.
Menurut Usman, Kabupaten Muara Enim mempunyai cadangan yang setara dengan sumber daya batubara Sumsel hingga 61 persennya, tak heran bila banyak perusahaan yang sengaja mengeruk kekayaan tambangnya. Keterlibatan bupati Muzakir Sai Sohar pun, katanya, tampak dalam penyimpangan mengeluarkan IUP yang diberikan kepada 13 perusahaan.
13 perusahaan itu adalah PT Daya Jaya Raya, PT Perada Nusantara Lestari, PT Sekar Abadi Lestari, PT Abadi Buana Lestari, PT Anugrah Sumber Cahaya, PT Bara Enim Perkasa, PT Bumi Sumber Berkah, PT Citra Bara Indonesia Abadi, PT Batu Selaras, PT Grahetya Bina Daya, PT Harapan Kalimantan Jaya, PT Triantama Mitra Persada dan PT Unitrade Daya Mandiri.
Muzakir mendapat Rp 5 miliar dari setiap perusahaan itu. Oleh karena itu, katanya, mereka minta KPK berani usut tuntas dugaan kasus izin usaha pertambangan 13 perusahaan fiktif ini, tangkap dan adili Bupati Muzakir dan usut kasus pencucian uang dibalik SK tambang fiktif ini. "Muzakir mendapat Rp 5 miliar dari setiap perusahaan itu. Bayangkan, ada 13 perusahaan," teriak Usman. Jika apa yang dikatakan itu benar, maka dapat dipastikan Muzakir bisa mengantongi uang Rp 65 miliar dari 13 perusahaan itu.
Pantauan di lapangan, massa Gemass yang berjumlah sekitar puluhan orang ini kemudian membakar foto Muzakir sambil meneriakkan yel-yel perjuangan.(bhc/din) |