Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
LPI
Diskusi LPI: Indonesia Butuh Tokoh Perubahan Baru
Sunday 19 Jan 2014 12:35:56
 

Diskusi Politik LPI dengan tema
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) kembali melakukan launching hasil riset kualitatif sekaligus diskusi dengan akademisi, aktivis, mahasiswa dan wartawan politik dan hukum nasional, dengan tema "Mencari tokoh perubahan Indonesia 2014 dan pasangan Capres/Cawapres mana yang layak membawa perubahan, termasuk siapa pantas berdampingan/ bersaing dengan Jokowi".

Menurut, Boni Hargens Indonesia membutuhkan Capres yang mampu membenahi Indonesia ke depan. Saat ini, beberapa nama sudah muncul, namun, siapa yang paling mungkin membawa perubahan untuk Indonesia.

"Ada nama baru yang muncul, Jokowi, Abraham Samad, Hary Tanoe, Ali Masykur Musa, dan Puan Maharani," ujar Boni Hargens di Galery Cafe Cikini Jakarta Pusat, Minggu (19/1).

Menurut Boni, Abraham Samad dianggap menonjol dalam bidang penegakkan hukum, sebagai Ketua KPK, Samad Tegas, Bersih, dan bertangung Jawab, banyak kasus korupsi yang berhasil di tuntaskan dan masih ada juga yang belum tuntas. Musti ada kombinasi dan ini catatan saya kepada ketiga tokoh lama.

Menurut pakar politik Arbi Sanit, tokoh lama yang tinggi sekornya, Surya Paloh dan Megawati, saya tidak yakin mereka akan menjadi tokoh perubahan, mereka anti pasar bebas, anti modernisasi, anti barat, karena saat ini paska perang dingin tidak ada pilihan.

Mereka anti pasar, tidak bisa anti pasar, Rizal Ramli juga anti pasar bebas.

"Sekor tokoh baru dalam pembaharuan lebih tinggi dari para tokoh lama, ada pesan bahwa, rakyat Indonesia banyak ingin perubahan, kalau tokoh lama yang menang, maka akan timbul kekacauan," ujar pakar Politik Arbi Sanit.

Sekiranya, kita dapat tokoh ideal, tapi apakah mereka akan terpilih, Rizal Ramli, juga bagus dalam ekonomi, tapi belum tentu dia akan terpilih.(bhc/put)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2