Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Disdikpora
Disdikpora Aceh Utara Diduga Dijadikan Sarang Koruptor
Wednesday 15 May 2013 20:40:22
 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia, Amri Usman.(Foto: Ist)
 
ACEH, Berita HUKUM - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Aceh Utara dinilai kurang profesional sebagaimana yang diketahui akhir-akhir ini banyaknya indikasi dugaan korupsi dalam penggunaan anggaran serta beberapa kasus-kasus lainya.

Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia, Amri Usman membeberkan terhitung sejak tahun 2012 sampai sekarang ini pihaknya menemukan kejanggalan hingga miliaran rupiah dalam penggunaan anggaran serta pengadaan alat-alat peraga berikut proyek pembangunan sekolah pada disdik.

Menurutnya, sekian banyaknya anggaran untuk menunjang mutu pendidikan di Aceh Utara, namun yang terjadi di lapangan telah diketahui banyak proyek pembangunan sekolah yang terkesan asal jadi. Selain itu beberapa waktu lalu juga ditemukan proyek pengadaan alat peraga yang memakan anggaran hingga miliaran rupiah justru mubazir.

"Saya menilai bahwa kinerja Kadisdik anjlok, bahkan di dalam kantor itu dipenuhi para mafia-mafia korupsi," tegasnya.

Ini adalah, lanjut Usman, merupakan kesalahan dari kebijakan pemerintah yang telah salah menempatkan seorang kepala dinas serta para kru-krunya di tempat itu. Dinas pendidikan itu adalah tempat dimana para pakar-pakar pendidikan untuk menggembleng anak-anak bangsa menjadi maju, cerdas dan mandiri. Namun yang sangat disayangkan saat ini, tempat itu dijadikan ajang korupsi.

Usman berharap persoalan ini harus segera mendapatkan tanggapan yang serius dari pemerintah daerah untuk mencopot kepala-kepala dinasnya yang dinilai lalai dalam mengemban tugasnya dengan baik. Jika ini dibiarkan maka dunia pendidikan di Aceh kedepan semakin buruk.

"Saya minta dengan tegas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengungkap kasus ini, karena di disdik diduga sudah dipenuhi mafia korupsi," tandas Usman.(bhc/sul)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2