Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Dinas PU
Dinas PU Kaltim Diminta Jelaskan Membengkaknya Anggaran Tol Balikpapan - Samarinda
Wednesday 25 Jun 2014 08:22:20
 

Dahri Yasin,SH, Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur.(Foto: BH/gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Membengkaknya biaya pembangunan Tol Balikpapan - Samarinda yang diperkirakan bakal menelan biaya Rp 10 triliun lebih, membuat Dahri Yasin, Ketua Komisi III, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) angkat bicara. Dahri Yasin meminta Pemprov Kaltim untuk melakukan komunikasi dengan DPRD perihal membengkaknya biaya pembangunan Tol tersebut, ujar Dahri Yasin, Selasa (24/6)

Dahri Yasin juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan dengan detail komponen kenaikan biaya pembangunan tol yang pangjangnya 99,02 km tersebut.

“Kenaikan harga dalam suatu proyek itu biasa, tetapi harus dijelaskan dimana saja pos kenaikan anggaran itu,” ujar Dahri.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim dari Partai Golkar juga mengakui, "kenaikan biaya pembangunan tol pasti terjadi seiring dengan tertundanya penyelesaian proyek yang dianggarkan secara Multiyears Contract (tahun jamak). Adanya kenaikan itu pasti ada, tentu sudah harus diperhitungkan sejak awal,” terang Dahri.

Dahri juga besarnya biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan tol yang terbagi dalam 5 segmen, yang kesemuanya sangat sulit diselesaikan dengan hanya menggunakan dana APBD Kaltim semata. Menurut Dahri, jika seluruh biaya pembangunan Tol dibebankan pada APBD Provinsi, maka alokasi untuk kepentingan rakyat lainnya bakal dikurangi, papar Dahri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, Ir. H. M. Taufiq Fauzi, yang hendak dikonfirmasi BeritaHUKUM.com melalui telpon selularnya, Selasa (24/6) siang mengatakan, sedang berada di Balikpapan menemani Dirjen Bina Marga, rencananya langsung ke Jakarta dan baru balik Rabu (25/6) sore, ujar Taufik melalui telpon selularnya.

"Saya sedang berada di Balikpapan menemani Dirjen Bina Marga dan langsung ke Jakarta, Rabu sore baru balik, Kamis pagi baru bisa saya tunggu di kantor," pungkas Taufiq.(bhc/gaj)



 
   Berita Terkait > Dinas PU
 
  Kadis PU Kaltim Diperiksa Satgas Jampidsus Kejagung Selama 7 Jam
  CBA: Dugaan Modus Baru Korupsi di Proyek Jalan Ditjen Bina Marga
  Kepala Dinas PU Kaltim Diperiksa BPK Selama 9 Jam
  Ada Apa dengan Kasubdit PPJJ PU Kubar, 10 Tahun Uang Kontraktor Tidak Dibayar, Diduga Digelapkan
  Dikonfirmasi Stafnya Terlibat Kasus, Kabid Cipta Karya PU Kaltim Malah Marah-Marah
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2