CILEUNGSI, Berita HUKUM - Ditengah keramaian proses pembuatan video klip 'Bekal Menuju Surga', terlihat Dicky Chandra sibuk menyapa rekan-rekan pers. Dengan gaya ‘low-profile’nya, dia mempersilahkan kawanan wartawan dari berbagai media untuk mencicipi hidangan yang tersedia didepannya. Sejenak kami tertegun melihat figur selebritis yang juga mantan Wakil Bupati Garut ini, seolah kurang yakin bahwa yang kami temui adalah seorang figur terhormat juga figur yang mampu membuat kegembiraan bagi masyarakat didepan kamera. Ketika pewarta BeritaHUKUM.com menanyakan mengenai kapasitasnya disana, dia mengatakan bahwa dia sekedar membantu mengedit video klip 'Bekal Menuju Surga' vocal Rani yang juga isterinya sendiri berduet dengan sang bintang dangdut STARDUT Indonesia 2008 Wika Salim.
Ruangan tamu yang bergaya lesehan itu semakin memberikan suasana akrab kepada rekan wartawan dari berbagai media yang saat itu hadir dalam peliputan single religi Rani Permata dan Wika Salim “Bekal Menuju Surga”. Dicky Chandra menyebutkan bahwa Rani telah siap memasuki dunia keartisan demi pengabdian berkarya dari sisi seni, ditambahkan dia lagi seni itu bukan untuk disimpan tetapi untuk diapresiasikan menjadi sesuatu yang mampu memberi semangat, inspirasi bagi khalayak luas.
Ketika ditanya mengenai dunia politik, Dicky Chandra memaparkan bahwa dirinya tidak pernah masuk ke salah satu lembaga kepartaian hingga saat ini, namun terpilihnya dia menjadi Wakil Bupati Garut adalah dari golongan independen dan momen tersebut juga mengukir sejarah politik di Indonesia yaitu satu-satunya calon independen yang berhasil menjadi bagian pemimpin kepemerintahan hanya dari daerah Garut. Dicky Chandra menyebutkan, jabatan itu bukan untuk ajang mencari uang, melainkan kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat.
"Apabila jabatan dijadikan ajang cari uang, maka hal tersebut adalah cara yang sangat salah dan menyalahi amanah Allah SWT," ujar Dicky Chandra, Rabu (26/6).
Kemudian tambahnya, kalau menyelesaikan masalah Garut mungkin juga daerah lain terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan, selain tugas yang ada di undang-undang. Menurut dia, Kepala Daerah itu harus bisa menyelesaikan masalah-masalah infrastrukturmental yang telah terlanjur sudah terjadi di daerah.
Jelasnya, seorang Kepala Daerah sifatnya harus mengabdi sehingga bila untuk dirinya menghidupi keluarga dia merasa akan menjadi sebuah problema yang tidak akan sesuai lagi dengan fungsi posisi dia saat itu yaitu mengabdi. Ketika itu misi dia adalah untuk memajukan pariwisata Garut, namun di tengah masa jabatannya tidak menemui kesepahaman dengan pimpinannya sendiri yang kala itu dipegang oleh Aceng sebagai Bupati Garut.
Kala itu, Dicky Chandra merasa ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan visi dirinya, sehingga berdasarkan pertimbangan tersebutlah dia memutuskan untuk mundur dari jabatan Wakil Bupati Garut kala itu. Dicky Chandra mengakui saat ini sedang banyak mendapat ujian, masih banyaknya pihak-pihak yang memojokkan, hingga waktu itu dia tidur diteras masjid sekitar rumahnya karena banyaknya orang yang tidak dia kenal datang kerumahnya dengan berbagai kepentingan. Namun dia menyikapi kejadian tersebut dengan segera pergi umroh untuk mencari petunjuk Tuhan. Selama dia berada disana, dia hanya berdo'a khusyuk dan istirakah agar Tuhan mau merubah hatinya dari tidak mau menjadi mau demi kebaikan Garut, namun pada akhirnya hatinya tidak berubah. Disebutkan juga kala itu komedian Komeng menyaksikan dia sedang tidur di teras luar masjid, bahkan sempat menegur dia dengan ala ledekan komedinya.
Dicky Chandra menyebutkan tentang ketidakmauannya untuk kembali ke dunia politik saat ini dia merasakan kehidupan selebritis lebih baik daripada menjadi bagian dari politik. Lain hal apabila memang ajakan politis tersebut bertujuan mulia yaitu benar-benar mengabdi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat di daerah itu, maka dia kemungkinan akan mau ikut ambil andil. Akan tetapi dalam persoalan politik itu tidak selalu dapat dikaitkan dengan tujuan mulia, karena selalu saja ada hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, paparnya mengakhiri sesi wawancara.(bhc/ink)
|