Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
SBN
Dana Asing Kembali Masuk ke Indonesia
Friday 18 Oct 2013 04:27:05
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan di Indonesia. Dana segar tersebut masuk ke berbagai instrumen surat utang pemerintah, terutama Surat Berharga Negara (SBN).

Sesuai data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU), investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih pada obligasi pemerintah sejak awal bulan hingga saat ini. Nilainya mencapai Rp3,9 triliun. Sementara sejak awal tahun, total dana asing yang masuk ke dalam negeri mencapai Rp27,6 triliun. Selain itu, modal masuk juga ke sertifikat Bank Indonesia (SBI) yakni Rp3,18 triliun.

Derasnya arus modal asing ini mendorong imbal hasil atau yield surat utang pemerintah kembali menurun. Imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun yang sempat menyentuh 8,9 persen itu kini berada di level 7,68 persen.

Porsi kepemilikan asing tercatat mencapai 30,6% dari total surat utang negara atau setara Rp298 triliun.

"Rupiah menguat akhir akhir ini karena juga capital inflow," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A. Johansyah di Jakarta, Kamis (17/10).

Nilai tukar rupiah, hingga penutupan perdagangan di spot valas antar bank, naik 0,2% dibandingkan kemarin. Rupiah berada di level Rp10.893- 11.363/US$.

Kendati begitu, Difi belum dapat memastikan tren penguatan rupiah ini berlangsung hingga akhir tahu. Sebab, ketidakpastian perekonomian masih tinggi.

Ia mencontohkan, ekonomi Amerika Serikat. Meski shutdown AS berakhir setelah parlemen AS menyepakati penambahan utang, persoalan utang mereka belum selesai.

"Persoalan utang negara-negara maju itu sangat struktural, dan tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek. Bisa jadi muncul lagi awal tahun depan pas jatuh tempo," ungkapnya.

Apabila itu terjadi, akan berdampak pada keuangan global terutama langsung mengena pada negara-negara yang memiliki surat utang negeri Paman Sam itu.

"At least sementara ini rupiah stabil. Dan juga di pasar valas domestik skrg ini kondisinya net supply," pungkas Difi.

Ditemui terpisah, Mantan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan bahwa pelaku pasar di dalam negeri harus tetap optimis terhadap perbaikan kondisi ekonomi global. Hal ini dapat mendorong terciptanya iklim positif perekonomian nasional, seperti yang dikutip pada laman metrotvnews.com.

"Jangan terlalu pesimislah, org amerika juga gak mau susah, pokoknya orang amerika gak mau susah karena mereka juga mau menyelesaikan," tegas Darmin di acara peluncuran program Asuransi Mikro Indonesia, Jakarta.(gol/mtv/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > SBN
 
  Dana Asing Kembali Masuk ke Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2