Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
APBN
DPR dan Pemerintah Sepakati APBN-P 2014
Thursday 12 Jun 2014 15:11:59
 

Badan Anggaran DPR RI membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara–Perubahan (APBN-P) 2014.di ruang rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Rabu (11/6) malam.(Foto: odjie/parle/iw)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Anggaran DPR RI dan Pemerintah menyepakati beberapa asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara–Perubahan (APBN-P) 2014. Sebelumnya, asumsi makro ini sudah dibahas oleh Pemerintah dengan Komisi XI DPR RI.

“Pertumbuhan ekonomi kita sepakat di angka 5,5 persen. Untuk inflasi, Pemerintah mengusulkan sebesar 5,3 persen, kita setuju. Ini yang diambil angka yang paling optimis,” jelas Ketua Banggar RI Ahmadi Noor Supit di ruang rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Rabu (11/6) malam.

Selain itu, disepakati pula Tingkat Bunga SPN 3 Bulan sebesar 6,0 persen, dan nilai tukar rupiah sebesar Rp 11.600 per dolar AS.

“Nilai tukar ini berpengaruh terhadap subsidi. Pelemahan Rp 100 (pada nilai tukar terhadap dolar AS) itu sama dengan Rp 4 triliun. Gubernur BI memperkirakan, nilai tukar rupiah itu di kisaran Rp 11.600-Rp 11.800. Pemerintah mengusulkan Rp 11.700. Nilai tukar rupiah kita setujui Rp 11.600,” tambah Politisi Golkar ini.

Terkait dengan sumber daya energi, disepakati harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 105 USS/barel. Untuk lifting minyak 818 ribu barel per hari, dan lifting gas 1224 ribu barel setara minyak per hari.

“Dengan demikian, kita sudah ada bahan, pedoman untuk membahas lebih jauh dalam panja,” imbuh Ahmadi.

Ditemui usai rapat, Anggota Banggar Markus Nari menilai pemerintah belum yakin dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.

“Namun setelah kita lihat secara teknis, dan dibicarakan dengan Komisi XI, dari angka 5,1-5,5 sangat bisa. Kita harapkan, ini tidak menjadi beban pemerintah. Pemerintah harus bisa memikirkan ke depannya,” ujar Markus.(dpr/sf/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > APBN
 
  Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
  Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
  Sri Mulyani Beberkan Alasan Prabowo Ingin Pangkas Anggaran Kementerian hingga Rp 306 Triliun
  Anis Byarwati Apresiasi Program Quick Win Prabowo: Potensi Kebocoran Anggaran Harus Diminimalisasi
  APBN Defisit Akibat Pembayaran Subsidi Energi, Sugeng Suparwoto: Konsekuensi Pemerintah
 
ads1

  Berita Utama
BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

 

ads2

  Berita Terkini
 
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2