Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

DPR Punya Mata-Telinga di KPK
Tuesday 06 Dec 2011 00:14:58
 

Unjuk rasa menuntut penuntasan kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kinerja pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam satu tahun pertama akan menjadi perhatian utama DPR. Pasalnya, ketua terpilih institusi penagak hukum tersebut, yakni Abraham Samad beranji akan menuntaskan kasus bailout Bank Century Rp 6.7 triliun itu.

Formasi baru KPK diharapkan bisa menjawab harapan anggota Dewan tersebut. Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR asal Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo kepada wartawan, usai menghadiri diskusi yang dibubarkan paksa itu di Jakarta, Senin (5/12).

Menurut dia, KPK butuh darah muda yang berani dan tegas. Selain itu, ada mata dan telinga di internal KPK untuk memberitahu akan adanya intervensi dari pihak penguasa. “Kami punya mata dan telinga BW (Bambang Widjajanto-red) di dalam sana. Jadi, kalau ada penekanan-penekanan, intervensi, maka kami akan minta BW untuk teriak keluar," ujarnya.

Untuk membongkar kasus-kasus besar seperti Bank Century, imbuh dia, memang diperlukan kegilaan pimpinan. Pihaknya pun optimistis Abraham mampu melakukannya dengan jiwa mudanya itu. Dapat dipastikan, kegilaannya itu akan dapat membongkar kasus-kasus besar, terutama yang menyangkut lingkaran kekuasaan.

“DPR tak punya banyak permintaan. Kami hanya minta kasus-kasus besar di KPK itu terbongkar, dia (Ketua terpilih KPK, Abraham Samad) sudah berjanji dalam satu tahun akan bongkar itu. Jika tak sanggup, dia akan mundur. Itu saja yang harus diselesaikan," ujar Bambang.

Dalam kesempatan terpisah, Wamenkumham Denny Indrayana menyatakan tidak begitu mengenal sosok Abraham Samad yang terpilih menjadi Pimpinan KPK saat ini. Untuk itu, dirinya tidak dapat memberi penilaian layak atau tidak Abraham menjadi pemimpin KPK. "Saya pribadi tidak mengenal siapa Abraham Samad,” selorohnya.

Namun, bukan berarti Denny pesimistis dengan terpilihnya Abraham Samad. Dirinya akan selalu memberikan dukungan dan optimistis pada para pemimpin KPK yang terpilih untuk dapat bekerja seoptimal mungkin dan mampu mengungkap beberapa kasus korupsi besar. “Saya optimis KPK akan bekerja optimal dan publik akan terus mengawasinya,” imbuh Denny.(mic/rob/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2