Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Beras
Buwas: Harga Beras Internasional Rp 6.200 per Kg, di Indonesia Rp 8.000
2019-07-05 02:53:32
 

Ilustrasi. Tampak berbagai macam harga beras yang ditawarkan oleh Pedagang beras di Tangerang Selatan.(Foto: BH /sya)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Harga beras Indonesia lebih mahal dibanding harga di pasar internasional. Dampaknya, Indonesia sulit melakukan ekspor beras karena kalah murah.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, menuturkan bahwa pihaknya pada awal tahun ini sempat berencana melakukan ekspor beras. Namun gagal karena harga beras Bulog terlalu mahal dibanding beras Thailand atau Vietnam.

Menurut hitungan pria yang akrab disapa Buwas ini, rata-rata harga beras internasional ada di kisaran Rp 6.200 per kg, sedangkan beras di Indonesia paling murah Rp 8.000 per kg.

"Harga internasional rata-rata Rp 6.200 per kg sekarang ya, dengan produksi beras sama dengan itu, (di Indonesia) nilai paling rendah adalah Rp 8.000 per kg," ujar Buwas saat ditemui di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7).

"Enggak mungkin kita bersaing itu, patokannya kalau kita ekspor patokannya harga internasional," tegasnya.

Buwas menyebut, mahalnya harga beras di Indonesia disebabkan oleh biaya produksi yang juga besar karena pertanian masih dilakukan dengan cara-cara manual.

Sedangkan, negara-negara lain seperti Vietnam telah menggunakan mekanisasi pertanian, sehingga bisa lebih efisien. "Kualitasnya (beras) sama tapi kita cost-nya (di Indonesia) tinggi, (masih) konvensional," tutupnya.

Kini Buwas punya rencana baru agar beras Bulog tak busuk di gudang, yakni mengolahnya menjadi tepung terigu.

"Tepung terigu beras, banyak negara yang membutuhkan itu. Filipina juga butuh itu. Papua Nugini, tapi secara keseluruhan kan membutuhkan itu," tutupnya.(kumparan/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Beras
 
  Pemerintah Siap Tambah Impor Beras 1,6 Juta Ton, Total Jadi 3,6 Juta Ton
  Harga Beras Naik 'Tertinggi dalam Sejarah' - 'Ini Sangat Tidak Masuk Akal karena Kita Negara Agraris'
  Beras Langka Jelang Ramadhan, Legislator Ingatkan Pemerintah
  Pemerintah Potensi Impor 5 Juta Ton Beras, Komisi IV Soroti Tajam Keberpihakan Terhadap Nasib Petani
  Polemik Data Beras, Komunikasi Publik Antar 'Stakeholder' Pemerintah Harus Terbangun Baik
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2