JAKARTA, Berita HUKUM - Sebagai salah satu wujud kepedulian dalam mengawal proses pemilu yang berintegritas, KPK telah merampungkan buku putih yang akan menjadi panduan bagi para kandidat presiden dalam menyusun program pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurut Wakil Ketua Bambang Widjojanto, buku tersebut berisi pengalaman dan pengetahuan KPK tentang pemberantasan korupsi. Khusus didedikasikan kepada kedua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden.
“Dalam buku itu akan diberitahukan kisah sukses dan contoh yang baik dari semua pengalaman KPK,” katanya. Bambang melanjutkan, buku putih tentang pemberantasan korupsi itu, akan bermanfaat sebagai pedoman bagi calon presiden dan wakil presiden ketika menyusun visi-misi serta program kerja, juga ketika kelak terpilih nanti. “Sebab, isi buku itu didasari pengalaman terbaik dari KPK.”
Menurut pimpinan KPK lainnya, Busyro Muqoddas, buku putih ini merupakan langkah KPK dalam menyampaikan gagasan demi terselenggaranya pemilu berintegritas. “Penyampaian gagasan ini dilakukan atas dasar cita-cita sejati untuk membangun Indonesia yang berdaulat, memiliki marwah, berkeadilan sejahtera, dan bebas dari korupsi,” kata Busyro.
Karena itu, Indonesia sejahtera bebas dari korupsi, bagi KPK bukanlah impian yang utopis. “Penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi adalah sesuatu yang niscaya, selama kepentingan yang menyelimuti para calon pemimpin bangsa ini ditujukan untuk kepentingan rakyat, bukan intensi pribadi atau golongan,” kelasnya.
Dalam buku setebal seratusan halaman itu, memuat delapan agenda yang menjadi pekerjaan rumah sang pemimpin terpilih. Kedelapan agenda itu antara lain, Reformasi Birokrasi dan Perbaikan Administrasi Kependudukan; Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Penerimaan Negara; Ketahanan dan Kedaulatan Pangan; serta Perbaikan Infrastruktur.
Empat lainnya, Penguatan Aparat Penegak Hukum; Dukungan Pendidikan Nilai dan Keteladanan; Perbaikan Kelembagaan Partai Politik; serta Peningkatan Kesejahteraan Sosial.
KPK berharap, kedelapan agenda ini bisa menjadi perhatian para kandidat. Sebab, bagi KPK, sosok seorang Presiden adalah dia yang bersikap layaknya seorang pemimpin, yang mampu menciptakan visi dan strategi, dan berfokus pada horizon kerakyatan.(kpk/bhc/sya) |