Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
AS
Bos CIA Diklaim Masuk Islam
Saturday 16 Feb 2013 14:00:46
 

Penasihat kontra terorisme Amerika Serikat (AS), John Brennan.(Foto: Ist)
 
WASHINGTON, Berita HUKUM - Penasihat kontra terorisme Amerika Serikat (AS) John Brennan yang dinobatkan sebagai calon Direktur Dinas Intelijen AS (CIA), diklaim telah berpindah keyakinan. Mantan agen Biro Investigasi Federal (FBI) meyakinkan, Brennan telah memeluk Agama Islam.

Mantan pejabat FBI itu, John Guandolo. Ia mengungkapkan, Brennan pernah mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah bersama sejumlah pejabat Arab Saudi. Para pejabat Saudi itulah yang konon yang membujuk Brennan masuk Islam.

Peristiwa religius itu terjadi pada dekade 1990-an, tepatnya saat Brennan berdinas di Saudi. Kunjungan Brennan ke dua kota suci itu dilakukan bertepatan musim Haji.

Kendati demikian, Guandolo yang mengungkap klaim mengejutkan itu dalam acara Trento Radio Show, tidak menyebutkan, apakah Brennan memasuki masjid di dua kota itu atau tidak. Seperti diketahui, seorang non-Muslim jelas dilarang memasuki Masjidilharam.

"Brennan tidak cocok memimpin CIA. Pemerintah AS yang ada di Arab Saudi (pada dekade 1990an) menjadi saksi mata meningkatnya hubungan Brennan yang bekerja dengan Pemerintah Saudi. Mereka juga menyaksikan Brennan masuk Islam," tegas Guandolo, seperti dikutip DailyMail.com, Jumat (15/2).

Pria berusia 57 tahun itu merupakan veteran di dunia intelijen Negeri Paman Sam. Brennan dinobatkan menjadi Direktur CIA secara langsung oleh Presiden Barack Obama, pada 7 Januari lalu.

Sebagai pejabat keamanan, Brennan bukan seorang Republik atau Demokrat. Panetta dan Morrell pun menyambut hangat pencalonan penggantinya. Brennan sempat dicalonkan Obama pada 2008 sebagai Direktur CIA, namun dia justru menarik diri karena sejumlah alasan.

Hingga berita ini dirilis, CIA belum memberi konfirmasi benar-tidaknya klaim yang diungkap Guandolo. Pencalonan Brennan sebagai pimpinan CIA juga sempat mendapat kritik takam dari sejumlah politikus AS.(dmc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > AS
 
  Merril Lynch Bayar Ganti Rugi Gugatan Rasial Rp 1,7 Triliun
  AS Marah Terhadap Rusia Soal Snowden
  Bradley Manning Diputus Bersalah Lakukan Spionase
  Dapat Jutaan Dollar Setelah Dipenjara
  Bradley Manning Tunggu Vonis
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2