Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Virus Corona
Bikin Sertifikat Vaksinasi Palsu, 3 Pelaku Diamankan Krimsus Polda Metro
2021-07-27 19:57:16
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Dirreskrimsus PMJ Kombes Pol Auliansyah Lubis bersama jajarannya saat membeberkan barbuk.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap 3 pelaku tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen sertifikat vaksinasi Covid-19.

"Tiga pelaku berhasil kita amankan. Yang kita hadirkan hanya 2, inisial SKY dan SS. Satu lagi kita isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/7).

Yusri menjelaskan, pelaku melakukan kejahatan itu dengan modus menawarkan dan menjual sertifikat vaksinasi palsu melalui media sosial (medsos).

"Pelaku mengincar warga yang tidak ingin melakukan tes PCR dan tes swab ketika hendak melakukan perjalanan," ujarnya.

Pelaku atau tersangka SKY dan SS, lanjut Yusri, merupakan pasangan kekasih. Dalam aksinya, para pelaku memiliki peran yang berbeda.

"SS ini seorang wanita dan SKY laki-laki, mereka berpacaran. SKY inilah yang mengotaki dan menyuruh kepada SS yang menawarkan lewat facebook, menyiapkan sertifikat vaksinasi 1 dan 2 kepada siapapun yang akan bepergian tanpa harus menjalani tes swab atau PCR," beber Yusri.

Para pelaku memasang tarif untuk pembuatan sertifikat vaksinasi palsu senilai Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu. Namun setelah uang ditransfer oleh korban, sertifikat tidak kunjung tiba.

"Kemudian, para korban melapor ke Polda Metro Jaya. Untuk vaksin, masyarakat tinggal bawa saja KTP dan datang ke gerai yang ada di Polda Metro Jaya semuanya gratis tidak perlu harus membayar Rp 400 ribu," katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat UU ITE dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Indonesia Jangan Hanya Jadi 'Marketplace' Vaksin Negara Lain
  Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk
  Cegah Varian Corona Mu, Komisi IX: Siapkan Skenario Terburuk!
  PPKM Level 3 DKI Jakarta Diperpanjang, Gubernur Anies Ingatkan Semua Jangan Lengah
  STRP Dicabut, Aplikasi 'PeduliLindungi' Kini Jadi Syarat Perjalanan
 
ads1

  Berita Utama
Aturan Maritim Baru China Klaim LCS, Wakil Ketua MPR: Ini Jelas Tindakan Provokasi, Indonesia Harus Bersikap Keras dan Tegas

Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat, Politisi PKS: Sejak Awal Diprediksi Bermasalah

Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk

PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Fadli Zon Ungkap Maksud Jahat China di LCS, Mau Mengambil Wilayah Kedaulatan RI

Kapal Perang China Mondar-mandir di Natuna, Said Didu: Mana Nih Peneriak NKRI Harga Mati?

PLTA Saguling Penting dalam Suplai Listrik Jawa-Bali

HNW Ingatkan Pentingnya Merawat Persatuan Umat Untuk Menjaga Kedaulatan NKRI

PKS: Presiden Tidak Serius Melindungi Laut Indonesia, Kapal Bakamla Kekurangan BBM

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2