JAKARTA, Berita HUKUM - PT Askes (Persero) secara internal membentuk organisasi pelaksana transformasi (OPT) yang disiapkan untuk memastikan transformasi PT Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) di 2014 berjalan lancar.
"OPT merupakan organisasi Adhoc di luar organisasi perusahaan yang bertugas dalam periode waktu tertentu selama masa peralihan bentuk kelembagaan dari PT Askes (persero) menuju BPJS Kesehatan," kata Direktur Utama PT Askes (Persero) I Gede Subawa saat temu media di kantornya, Rabu (26/12).
Ia menjelaskan, OPT tersebut terdiri dari bidang operasional, akuntansi, keuangan dan investasi, bidang perencanaan dan pengembangan strategis, bidang hukum organisasi dan SDM juga bidang capacity planning dan teknologi informasi. "Prinsip pengelolaan yang baik (good corporate goverment) menjadi kunci keberhasilan transformasi, sesuai dengan amanat UU Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS," ungkapnya di Jakarta.
Ia juga menuturkan bahwa, transformasi yang baik akan dicapai melalui penyusunan AD/ART, atribut organisasi, serta sistem operasi dan prosedur, pelatihan dan pengembangan SDM BPJS, penyiapan laporan keuangan penutupan Askes dan akun BPJS awal, penyusunan sistem informasi dengan menggunakan nomor induk kependudukan peserta juga sistem akuntansi khusus BPJS.
"Implementasi Jamkesnas sudah didepan mata. PT Askes sebagai pengemban amanat itu dituntut untuk bersiap dan membuktikan kinerja, karena kepercayaan yang diberikan pemerintah tidaklah cuma-cuma," ungkap I Gede Subawa.
Disamping itu, pada 2013-2014, PT Askes juga akan fokus pada upaya sosialisasi untuk seluruh pemangku kepentingan dan edukasi masyarakat agar mengerti arti penting dan manfaat asuransi sosial melalui program social marketing.
Anggaran untuk ini direncanakan sebesar Rp 60-70 miliar dengan menggunakan seluruh media yang ada, termasuk media tradisional. "Melayani masyarakat yang cakupannya lebih luas akan semakin rumit, maka upaya sosialisasi dan edukasi program harus dilakukan. Melalui media tradisional akan disisipkan pesan-pesan terkait BPJS kesehatan," ungkapnya.
Pihaknya juga bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri untuk mendapatkan pendataan yang akurat calon peserta BPJS Kesehatan melalui data KTP elektronik. Meski fokus pada persiapan, PT Askes tidak menetapkan target khusus. Namun menurutnya, kepuasan peserta serta ketepatan pelayanan akan terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Dengan bertransformasi menjadi BPJS, PT Askes pun menjanjikan cakupan pelayanan yang lebih luas bahkan akan mengcover pelayanan bagi penderita HIV/ AIDS, kanker dan pasien narkoba asalkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan BPJS.(rm/ipb/bhc/opn) |