Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Bawaslu
Bawaslu Lempar Bola Pelanggaran ke Parpol
Friday 12 Jul 2013 17:04:17
 

Anggota Advokasi, Didi Supriyanto.(Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Advokasi Partai Amanat Nasional (PAN) menilai, bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melemparkan bola pelanggaran hak konstitusional calon Legislatif (caleg) ke partainya.

Pasalnya, berdasarkan Keputusan sidang ajudikasi terkait pencoretan dapil Sumatra Barat I untuk pemilihan DPR RI. PAN diwajibkan memenuhi kuota 30 persen perempuan. Dengan mencoretkan caleg perempuan yang bernama Selviana Sofyan Hosen.

"Sehingga kita pun harus mencoretkan satu caleg lelaki yang tidak punya salah apa-apa demi mencapai kuota perempuan 30 persen," ujar salah satu anggota Advokasi, Didi Supriyanto, Jakarta, Jum'at (12/7).

Sehingga, Didi menilai bahwa Bawaslu melempar pelanggaran hak kontstitusional ke Parpol. "Karena keputusannya hanya setengah-setengah. Tidak disebutkan, siapa calon yang musti dicoret," ungkapnya.

Atas dasar itulah, Caleg dapil DKI ini menilai bahwa keputusan Bawaslu cacat hukum.

Pertama, dalam amar putusan yang dibacakan oleh majelis pemeriksa, Muhammad pada, Rabu malam (10/7) dinyatakan dapil Sumbar I PAN, berhak ikut serta dalam ajang pemilu. Namun demikian, Bawaslu hanya menggugurkan satu orang caleg perempuan atas nama Selviana Sofyan Hosen.

Karena, Selviana dianggap sebagai caleg perempuan yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam proses pencalegan. Selviana dianggap tidak bisa memberikan bukti dokumen, terutama soal kepemilikan ijazah.

"Kami selaku pemohon sudah bisa buktikan kelengkapan ijazah saudari Silviani. Karena itu, kami sangat menyayangkan keputusan Bawaslu yang kami anggap sepotong-potong. Selain itu keputusan Bawaslu juga telah menghilangkan hak politik saudari Sylviani," katanya.

Apalagi, keputusan Bawaslu yang mencoret nama Selviana menghilangkan hak-hak politik warga negara. Pasalnya, dapil Sumbar 1 mempunyai kuota delapan caleg. Dengan dicoretnya Selviana, maka jumlah caleg menjadi tujuh.

Di tepi lain, amar putusan Bawaslu juga mengharuskan PAN, memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan, dengan mengadopsi zipper sistem. Artinya tiap kelipatan tiga caleg, harus ada satu caleg perempuan.

"Bawaslu ini mau mengebiri hak politik warga negara, khususnya caleg PAN di dapil Sumbar 1. Jika kita perhatikan kuota 30 persen keterwakilan perempuan pasca keputusan Bawaslu, artinya hanya ada tujuh caleg, lima caleg laki-laki dan dua caleg perempuan. Dengan demikian kuota 30 persen keterwakilan perempuan tidak terpenuhi," papar Didi.

Dengan demikian, Bawaslu secara tidak langsung memerintahkan kepada PAN untuk menghilangkan satu caleg lagi di dapil Sumbar I. Sehingga dapil Sumbar I dihuni oleh enam orang caleg, dengan perbandingan dua caleg perempuan dan empat caleg laki-laki. Dengan demikiam kuota 30 persen keterwakilan perempuan dapat terpenuhi.(bhc/riz)



 
   Berita Terkait > Bawaslu
 
  Jokowi Naikkan Tunjangan Pegawai Bawaslu Dua Hari Menjelang Pemilu, Tertinggi hingga Rp 29 Juta
  Soal Bagi-bagi Amplop Logo PDIP di Sumenep, Kritik Buat Bawaslu: Politik Boleh Bagi Penguasa?
  Alasan Bawaslu Tidak Menindaklanjuti Laporan Kornas PD Soal Dugaan Tabloid Anies Baswedan
  Praktik Politik Uang Berkedok Pembagian Masker di Tangsel, Masyarakat Lapor Bawaslu
  Rilis Indeks Kerawanan Pemilu Pilkada 2020, Bawaslu: Ada 24 Daerah Rawan Konflik
 
ads1

  Berita Utama
Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2