JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akan melakukan audit investigatif tahap kedua terkait kasus korupsi pembangunan sarana dan prasarana olah raga proyek Hambalang Bogor terhadap 10 anggota DPR dan pemenang tender.
"Audit investigasi ini akan dilakukan terhadap 10 anggota DPR RI dan pemenang proyek pembangunan saranan dan prasarana olahraga Hambalang. Hal ini juga berdasarkan audit investigasi pertama," kata anggota BPK Ali Masykur Musa di Jakarta, Senin (4/3).
Menurutnya, BPK akan menelusuri dan meminta konfirmasi dari anggota DPR khususnya di komisi yang menyangkut penentuan kebijakan proyek Hambalang itu. "Ini sudah jalan dan kira-kira lebih dari 10 anggota DPR yang kami telusuri," katanya.
Penelusuran ini dilakukan untuk mengetahui proses penganggaran proyek Hambalang, terutama menyangkut perpindahan dari ‘single budget’ menjadi ‘multiyears’. Mantan anggota DPR ini juga mengungkapan bahwa dalam audit ini tidak dalam posisi melakukan penelusuran orang per orang.
"Saya tidak dalam posisi melihat penelusuran orang per orang tapi menyangkut siapa pelaksana dari pemenang tender, dalam hal ini KSO Adhi Karya dan yang kedua siapa yang menjalankan di subkon-nya," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa dalam audit investigatif tahap kedua ini, ada dua hal yang menjadi fokus BPK, pertama menyelesaikan seluruh sampling pemeriksaan audit tahap pertama.
"Samping dari pemeriksaan yang pertama itu kan belum menampung semua angka seluruh proyek yang ada," katanya.
Kedua, lanjutnya, menyangkut berapa kerugian negara. "Ini yang akan diputuskan dari proses pemeriksaan di tahap kedua," jelasnya.
Namun Ali Masykur belum bisa memprediksi kapan audit tahap kedua ini bakal selesai. "Tentu kami tidak bisa menentukan kapan selesai. Kami terus melakukan pemeriksaan kepada pihak yang mengetahui penggangaran di DPR," katanya.(rm/ipb/bhc/rby) |