Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Hambalang
Anas Urbaningrum Resmi Terjerat Pasal TPPU
Wednesday 05 Mar 2014 20:24:23
 

Ilustrasi. Anas Urbaningrum.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai Tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penetapan ini disampaikan juru bicara KPK, ohan Budi Sapto Prabowo di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/3) siang.

"KPK menetapkan AU sebagai tersangka TPPU," kata Johan.

Johan menjelaskan, pemberian pasal TPPU terhadap Anas berdasarkan hasil pengembangan penyidikan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat, dan atau proyek lain yang sebelumnya menjerat Anas.

"Penetapan ini dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat AU," katanya.

Meski demikian, Johan Budi mengaku belum menerima informasi tentang upaya penyitaan maupun pemblokiran aset-aset milik Anas. Saat ini, menurutnya, tim penyidik masih menelusuri aset milik Ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) tersebut.

"Asset Tracing masih terus dilaksanakan. Sampai hari ini belum ada informasi tentang penyitaan maupun pemblokiran aset-aset AU," imbuhnya.

Adapun pasal yang dikenakan terhadap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu yakni Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan TPPU, serta Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 UU No 15/2002 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, Anas yang juga mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu juga dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK). Dia disangka menerima hadiah atau janji dalam mega proyek Hambalang dan proyek-proyek lain.

Kini, suami Athiyyah Laila ini pun sudah ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) basment Gedung KPK. Penahanan dilakukan sejak 10 Januari 2014.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Kasus Hambalang
 
  Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
  Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
  Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
  KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
  Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
ads1

  Berita Utama
Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2