 Siaran pers di Safe Venus Cikini Jakarta Pusat, Minggu (16/6), hadir; Andrian Napitupulu (Bendera) Haris Rusli (Aktivis Petisi 28) Salamudin Daeng (AEPI Jakarta), Agus Jabo (PRD), Adhie Massardie (GIB), Masinton Pasaribu (Repdem), Neta S Pane (IPW).(Foto: BeritaHUKUM.com/put) |
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan para Aktivis Reformasi 1998 mendukung rencana besar gerakan mahasiswa Indonesia untuk melakukan aksi demo penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak BBM. Bahkan untuk melakukan aksi demo hingga Revolusi.
Dalam siaran persnya di Safe Venus Cikini Menteng Jakarta Pusat, Minggu (16/6) Aktivis yang hadir diantaranya, Andrian Napitupulu (Bendera) Haris Rusli (Aktivis Petisi 28) Salamudin Daeng (AEPI Jakarta), Agus Jabo (PRD), Adhie Massardie (GIB), Masinton Pasaribu (Repdem), Neta S Pane (IPW) dan lainnya.
Dalam sepanduk backdrop yang mereka pampangkan tepat dibelakang mereka tertera dengan jelas," Tolak BBM Naik!!, Dukung Gerakan Mahasiswa Revolusi.
Para aktifis ini juga mengangap Pemerintahan Presiden SBY, sudah tidak kredible, serta pemerintah mereka anggap sudah tidak bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Dan bila argumentasi kenaikan BBM Pemerintah, untuk mensejahterakan rakyat, sudah dimentahkan oleh pakar ekonom, semua kebijakan ini tidak bertumpu pada kepentingan rakyat. Kita ingin pemerintah yang mengabdi pada rakyat," ujar Haris Rusli.
Para aktivis ini mengangap bahwa, kebijakan kenaikan BBM merupakan tipu-tipu pemerintah saja. Alasan subsidi BMM selama ini, dinilai memicu angka penyeludupan BBM keluar negeri yang cukup signifikan, alasan ini sangat manipulatif. Penyeludupan BBM adalah kriminilaitas murni, dan harus di tuntaskan dengan penegakan hukum yang tegas, bukan dengan menaikan harga BBM.(bhc/put) |