ACEH, Berita HUKUM - Berdiam diri adalah sikap yang paling berbahaya dibandingkan banyak penjahat. Semakin kita diam, maka tindakan kesewenang-wenangan kian merajalela, demikian ditegaskan mantan aktifis '98, T Hidayatuddin SE.
Hal itu disampaikannya saat mengisi acara dialog dengan tema "Demokrasi Ala Koruptor", yang digelar oleh Lumbung Informasi Mahasiswa (LIMA) Matangkuli, di Camp Mahasiswa Gampong Ude, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (15/2) sore.
T Hidayatuddin, dalam diskusi yang membahas korupsi, politik dan persoalan bangsa ini menyampaikan bahwa Negeri ini sudah terlalu gaduh dengan urusan korupsi di semua lini. Sehingga tidak cukup kalau hanya berdiam diri untuk memperbaiki moral anak negeri.
"Kita tidak boleh diam melihat kesewenang-wenangan terjadi, justru kita harus bangkit melawannya," Hidayatuddin kembali menegaskan.
Kita kadang sering lupa, ucap mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara ini, padahal demokrasi adalah sejenis pasar yakni pasar bebas segala aspirasi, sekaligus medan ilusi penobatan diri, sungguh tercela para Politisi yang mengabdi untuk menolong diri.
Dengan dibuatnya acara dialog ini, Hidayat mengharapkan nantinya dapat menghasilkan pergerakan yang tegas dan berani untuk memberantas korupsi. Selain itu, mengingat sebentar lagi dihadapkan dengan Pemilu 9 April 2014, kepada masyarakat diminta untuk wajib memilih pilihannya yang benar, bukan asal mendukung yang tenar.(bhc/sul) |