Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Akan Jadi Masalah Baru Kalau Nanti Jokowi Dipanggil Jaksa
Wednesday 09 Apr 2014 23:17:21
 

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dukungan yang diterima bakal calon Presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo, tidak sekuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat menjadi capres Partai Demokrat di Pemilu 2009 lalu.

PDIP harus masih ekstra kerja keras demi memuluskan langkah Jokowi menuju RI 1.

"SBY pada April 2009 lalu sudah mendapat dukungan 60 persen. Jokowi pada April 2014 baru 40 persenan," kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (9/4).

Denny mengatakan, ada penggembosan dukungan ke Jokowi setelah PDIP mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi capres. Saat itu, muncul dua kampanye negatif yang dilayangkan oleh sejumlah pihak.

Kampanye negatif pertama adalah kemunculan iklan yang menguak janji Jokowi untuk menyelesaikan persoalan DKI Jakarta dalam lima tahun. Kampanye negatif kedua terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Transjakarta dan BKTB pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta, 2013 lalu.

Bahkan, menurut Denny, jika Kejaksaan Agung sampai memanggil Jokowi untuk menjalani pemeriksaan, tentu saja hal itu akan sangat berpengaruh.

"Kalau Jaksa manggil Jokowi sebelum pilpres akan jadi problem baru. Jokowi tidak akan seharum dulu. Akan tiba saatnya Jokowi alami penggembosan," terang Denny.(ald/rmol.co/idm/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2